PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

4.300 Orang Melamar Jadi Pegawai BEI, Ada Warga China dan Singapura

 

4.300 Orang Melamar Jadi Pegawai BEI, Ada Warga China dan Singapura
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka?- Di tengah perlambatan ekonomi yang tengah menerpa, Indonesia menjadi satu negara yang menarik untuk mencari nafkah. Bukan hanya bagi masyarakat Indonesia sendiri, bahkan warga negara asing.

Hal itu setidaknya bisa dilihat dari adanya Warga Negara Asing (WNA) yang ikut seleksi pegawai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui program Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP).

Mereka bersaing memperebutkan lowongan 30 pekerjaan pegawai BEI, bersama 4.200 pelamar lainnya.

“Ada yang dari China, ada yang dari Singapura. Ada juga dari negara lain. Nggak banyak, hanya satu dua orang di masing-masing negara,” kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, saat berbincang dengandetikFinance, melalui sambungan telepon, Senin (18/1/2016).

Tito mengatakan, selain warga negara asing, ada juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah lama tinggal dan menetap di luar negeri yang juga berminat mengisi lowongan tersebut.

“Setelah dilihat berkasnya ternyata ada juga yang sebenarnya WNI, tapi tinggalnya di luar negeri,” tutur dia.

Hal ini, menggambarkan betapa bursa kerja tanah air ternyata masih menggiurkan bagai negara-negara lain.

Adapun para peserta yang lulus seleksi ini nantinya akan langsung mengikuti training alias pelatihan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selama 12 bulan.

Selanjutnya mereka akan bekerja sebagai pegawai yang bertugas membuat terobosan baru untuk meningkatkan jumlah investor tanah air, serta mengembangkan pasar modal tanah air lebih besar lagi.

“Nantinya lulusan CMP-DP akan ditempatkan di tiga lembaga self regulatory organization (SRO/lembaga pengatur) dan afiliasinya. Mereka yang akan mengembangkan cara-cara baru supaya pasar modal kita makin besar, investor kita makin bertambah,” pungkas Tito.

Sumber:?http://finance.detik.com/