PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

5 Tahun Tragedi Nuklir Fukushima, Apa Kabar Radiasi di Lautan Pasifik?

b59fbe59-6473-4723-90d7-eeeb6f4d87f0_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Tragedi nuklir di Fukushima, Jepang, 2011 silam memuntahkan cairan dan gas dengan tingkat radiasi tinggi ke Samudera Pasifik. Lima tahun berlalu, tingkat radiasi di perairan itu kini telah hampir mendekati normal.

Hal tersebut merupakan hasil sebuah study dari Scientific Committee on Oceanic Research yang dirilis pada Senin (4/7) seperti dilansir AFP, Senin (4/7/2016).

Pasca kejadian gempa 9 SR yang disertai tsunami di Fukushima, Jepang menutup puluhan reaktornya. Tragedi tersebut menjadi sejarah di mana jumlah bahan nuklir yang jatuh ke laut begitu banyak.

Beberapa hari setelah musibah tersebut, otoritas setempat menyiram reaktor dengan air laut untuk mendinginkannya. Hanya saja, justru banyak air laut yang terpapar radioaktif.

Pasca ditelaah selama 5 tahun oleh Scientific Committee on Oceanic Research yang mengumpulkan ahli laut dari seluruh dunia, dinyatakan bahwa bahan radioaktif telah terbawa sampai ke Amerika Serikat.

“Contohnya, pada 2011 sekitar separuh dari sampel ikan di perairan Pantai Fukushima mengandung bahan radioaktif yang tidak aman untuk dikonsumsi,” tutur Pere Masker, salah seorang yang menulis review yang dipublikasikan di Review Tahunan dari Ilmu Kelautan.

“Namun, pada tahun 2015 angka itu turun menjadi kurang dari di atas batas aman,” jelasnya.

Meski begitu, studi juga menyatakan bahwa dasar laut di dekat pabrik nuklir Fukushima masih sangat terkontaminasi akibat dari kecelakaan nuklir terburuk sejak peristiwa Chernobyl 1986 itu.

“Pemantauan radioaktivitas dan kehidupan laut di daerah itu harus terus dilakukan,” tutur Masker yang merupakan Profesor Radiokimia Lingkungan dari Universitas Edith Cowan di Australia Barat.

Penelitian Masker dan kawan-kawan mengukur tingkat radioaktif mulai dari lepas pantai Jepang hingga kawasan laut di Amerika Utara.

Meski tak ada korban meninggal langsung karena kontaminasi nuklir, namun banyak orang belum bisa pulang ke rumah mereka karena kontaminasi tersebut. Mengembalikan Fukushima menjadi daerah yang layak huni kembali adalah pekerjaan rumah penting dari pemerintah jepang.

Sumber: Detik