PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

AS Kerahkan Drone Penyerang ke Korsel | PT Rifan Financindo

51c4dc78-dc73-4043-9f97-28afd210ca35_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Amerika Serikat telah mulai mengerahkan pesawat-pesawat tak berawak (drone) penyerang ke Korea Selatan (Korsel) di tengah ketegangan dengan Korea Utara (Korut). Ini dilakukan hanya beberapa hari setelah AS mengerahkan sistem antirudal canggih untuk menghadapi aksi-aksi provokasi Korut.

Juru bicara militer AS menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (13/3/2017), drone Gray Eagle Unmanned Aerial Systems (UAS) tersebut, didatangkan ke Korsel sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk mengerahkan sekumpulan drone penyerang bersama setiap divisi di militer AS.

“UAS menambah kemampuan intelijen, pengawasan dan pengintaian yang signifikan bagi pasukan AS Korea dan mitra-mitra ROK kami,” ujar juru bicara Pasukan AS Korea Christopher Bush dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (13/3/2017).

Bush tidak menyebutkan kapan persisnya drone-drone tersebut akan tiba di Korsel, yang secara resmi disebut Republik Korea (ROK).

Gray Eagle merupakan drone penyerang yang dikendalikan dari jauh, yang dibuat oleh General Atomics yang berbasis di AS. Drone tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, sekitar 180 kilometer sebelah selatan Seoul. Dikatakan Bush, drone-drone tersebut akan ditempatkan secara permanen di Korsel.

Sebelumnya pada 7 Maret lalu, AS mengerahkan “elemen-elemen pertama” dari sistem antirudal canggih Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Korsel, meskipun ditentang keras oleh China. Nantinya, setelah ditempatkan sepenuhnya di Korsel, sistem THAAD bisa menggunakan radarnya untuk melihat dan memantau aktivitas di luar wilayah Korut, hingga jauh ke dalam wilayah China.

Rusia juga mengkhawatirkan pengerahan THAAD tersebut akan mengganggu keamanannya.

Pengerahan THAAD tersebut dilakukan AS seiring meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, menyusul serangkaian uji coba rudal dan nuklir yang telah dilakukan Korut sejak awal tahun 2016.

sumber: www.detik.com

Rifan Financindo