PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

AS Tuding Rusia Lecehkan dan Intimidasi Diplomatnya di Moskow

51c4dc78-dc73-4043-9f97-28afd210ca35_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Amerika Serikat (AS) menuding Rusia melakukan pelecehan dan intimidasi terhadap sejumlah diplomat mereka. Pelecehan dan intimidasi itu juga menimpa keluarga diplomat AS di Moskow.

Disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau, seperti dilansir AFP, Selasa (28/6/2016), Menteri Luar Negeri John Kerry telah membahas isu ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret lalu.

“Selama dua tahun terakhir, pelecehan dan pengintaian terhadap personel diplomatik kami di Moskow oleh personel keamanan dan polisi lalu lintas mengalami peningkatan secara signifikan,” terang Trudeau dalam konferensi pers.

Pernyataan Trudeau ini mengomentari laporan media AS, The Washington Post, soal berbagai perilaku personel keamanan dan agen intelijen Rusia, seperti menguntit diplomat AS dan keluarganya, muncul dalam acara publik tanpa diundang dan sengaja membayar untuk tulisan negatif di media setempat.

Baca juga: Putin Tuduh Negara Barat Gagal Bekerja Sama Atasi Terorisme

Disebutkan The Washington Post, beberapa diplomat AS melaporkan ada penyusup masuk ke dalam kediaman mereka saat malam hanya untuk mengubah-ubah posisi furnitur, menyalakan lampu dan bahkan buang air besar di atas karpet ruang tamu.

Laporan The Washington Post itu mengutip keterangan sumber pejabat Rusia. Disebutkan juga oleh sumber itu bahwa beberapa agen intelijen Rusia pernah menyusup masuk ke dalam rumah atase pertahanan AS di Moskow dan membunuh anjingnya.

“Kami melihat adanya peningkatan dan kami menanggapinya dengan serius,” sebut Trudeau.

Otoritas Rusia sebelumnya menuding AS yang melecehkan diplomatnya. “Kami baru-baru ini merasakan adanya peningkatan signifikan dalam tekanan terhadap kedutaan dan konsulat jenderal Rusia di Amerika Serikat,” klaim juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pekan lalu, seperti dikutip kantor berita TASS.

Dalam konferensi pers awal pekan ini, Trudeau menyangkal tudingan Rusia itu. “Klaim pelecehan terhadap Rusia adalah tanpa dasar,” tegasnya.

Sumber: Detik