PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Awal Pekan, Rupiah Kembali Diuji

0800374-uang-rupiah-780x390

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Nilai tukar rupiah akan diuji kekuatannya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/4/2015). Proyeksi penurunan pertumbuhan perekonomian Indonesia bila terkonfirmasi akan menambah tekanan terhadap mata uang Garuda.

Indeks dollar AS semakin turun hingga perdagangan akhir pekan lalu. Data AS belum juga menunjukkan perbaikan signifikan yang bisa mengkonfirmasi harapan kenaikan suku bunga acuan. FOMC meeting yang akan diadakan esok dan disimpulkan pada Kamis dini hari diperkirakan belum memberikan sinyal tegas kenaikan suku bunga di bulan Juni mendatang.

Sementara itu Yunani akan memulai negosiasi krusial yang akan menyelamatkan negara itu dari gagal bayar dan kehabisan kas.

Rupiah sendiri masih diuntungkan oleh pelemahan dollar AS dalam satu minggu terakhir. Minggu ini dollar AS yang diperkirakan masih melemah berpeluang membantu rupiah untuk menguat lebih dalam lagi. Di perdagangan Jumat pekan lalu, rupiah menguat bersama hampir seluruh mata uang di Asia.

Akan tetapi, menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pekan ini pasar menantikan angka PDB triwulan I/2015 yang diperkirakan masih lambat di kisaran 5 persen secara tahunan. Data tersebut akan mengkonfirmasi harapan perlambatan yang ditunjukkan oleh data konsumsi masyarakat yang turun.

“Angka pertumbuhan di bawah 5 persen YoY akan memberikan sentimen buruk bagi aliran investasi asing serta rupiah,” demikian Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini.

Namun, rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya untuk hari ini. Ini melihat kemungkinan dollar AS yang melemah di pasar Asia.

Pada awal perdagangan di pasar spot pagi ini, hingga pukul 09.00 WIB, seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda naik tips ke posisi Rp 12.919 per dollar AS dibandingka penutupan pekan lalu pada 12.922.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/