PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

BI Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2017 | PT RFB

e507e054-482f-424f-9de9-1e4b22210164_169

Jakarta, Rifan Financindo – Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam tren positif. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2017 berada di level 5,1%.

“Kalau bicara pertumbuhan ekonomi, BI masih melihat tren selama tiga tahun pemulihan ekonomi kita. Karena dua tahun yang lalu 2016 pertumbuhan ekonomi ada di kisaran 4,9%, setelah itu 5%, kami perkirakan di 2017 ke 5,1% jadi itu pemulihan,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Agus menjelaskan, perkiraan pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh inflasi yang terjaga dan neraca defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) terjaga. BI memprediksi CAD di 2017 berada di posisi 1,8% dari PDB.

“Neraca pembayaran di 2016 overall balance-nya US$ 12 miliar, ini 2017 kita perkirakan overall balance dari neraca pembayaran US$ 11,8 miliar. Kita lihat bahwa di transaksi berjalan yang pernah di tahun 2013, 2014 itu ada di kisaran defisit sampai US$ 29 miliar, sekarang di kisaran US$ 17 miliar. Jadi transaksi berjalan kita lihat ada di kisaran 1,8% dari PDB,” terangnya.

Sementara nilai tukar Rupiah di sepanjang 2017 BI mencatat terjadi pelemahan atau depresiasi sekitar 0,6%. Namun nilai tukar Rupiah sejak awal tahun ini sudah membaik atau terapresiasi sekitar 1%.

BI pun yakin perekonomian Indonesia tahun ini akan tumbuh sesuai target yakni 5,1-5,5%. Faktornya didukung inflasi yang juga rendah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2018 mencapai 0,62%. Secara tahun kalender 2018 inflasi mencapai 0,62%, sedangkan secara tahunan alias (year on year/YoY) mencapai 3,25%.

“Inflasi 0,62% dibandingkan empat tahun terakhir memang lebih tinggi kira-kira Januari di 0,45%. Kita lihat bahwa tekanan ada di volatile dan core inflation, administered prices terjadi defisit. Kita lihat ada unsur pangan, beras, cabai, bawang, ayam, berikan tekanan. Tapi secara umum Ini masih sejalan dengan target yang dicanangkan 3,5+- 1%,” tandasnya.

 

sumber: detik

Leave a Reply