PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Bos BlackBerry: Masa Depan Ada di Android

Bos BlackBerry: Masa Depan Ada di Android
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Ekspansi Android sudah menyentuh berbagai hal. Bahkan potensi menjanjikannya di masa depan juga diakui oleh petinggi BlackBerry, yang lebih memilih Android ketimbang platform BlackBerry 10.

Damian Tay, Senior Director of APAC Product Management BlackBerry, secara tersirat mengungkapkan bahwa kesiapan BlackBerry untuk menyambut masa depan bersama Android sudah dimulai lewat seri BlackBerry Priv yang sudah menggunakan OS si robot hijau.

“Priv pada dasarnya adalah perangkat transisi BlackBerry untuk masuk ke dalam ekosistem Android,” ujar Damian, seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (1/2/2016).

Namun dalam pernyataan selanjutnya, Damian justru tak yakin jika BlackBerry bakal tetap mengandalkan dua platform untuk bermain di bisnis smartphone. Dimana kemungkinannya, mereka akan memilih Android sebagai OS pilihan di ponsel besutannya.

“Tapi untuk saat ini, kami memiliki BB10 dan Android platform untuk smartphone kami. Tapi masa depan benar-benar ada di Android,” lanjut Damian.

“Kami masuk ke Android pada dasarnya untuk melengkapi ekosistem aplikasinya. Selain itu, semua solusi enterprise yang telah kami kembangkan juga bisa digunakan pada platform lain untuk waktu yang lama. Jadi itu adalah perkembangan alami terhadap Android,” pungkasnya.

BlackBerry sendiri akan memberikan update versi 10.3.3 dan juga nantinya 10.3.4 di tahun ini. Update itu akan memberikan peningkatan dalam hal keamanan smartphone dan juga fitur baru lainnya.

Sebelumnya, CEO BlackBerry John Chen mengkonfirmasi BlackBerry akan meluncurkan dua ponsel Android baru tahun 2016 ini. Tahun lalu, BlackBerry merilis smartphone Android perdananya, Priv. Penjualan sepertinya cukup sukses sehingga tahun ini, BlackBerry juga akan meluncurkan model smartphone Android lainnya sebagai pendamping Priv.

Pun demikian, di sela CES 2016 kemarin, Chen juga menegaskan belum punya rencana untuk mematikan BlackBerry 10 dan berpaling sepenuhnya ke Android.

“Di CES 2016, BlackBerry memang sibuk mendiskusikan mobil yang bisa jalan sendiri, dukungan operator global untuk Priv serta aplikasi kesehatan. Namun ketika kami mengalihkan energi ke semua kesempatan menarik itu, apakah berarti sistem operasi BlackBerry 10 mati? Jauh dari itu,” demikian bantahan Chen.

“Fans smartphone BlackBerry 10 seperti Passport, Classic dan lainnya baik dari konsumer dan enterprise, bisa menunggu beberapa peningkatan sekuriti dan privasi di tahun 2016 ini,” pungkasnya.

Sumber:?http://inet.detik.com/