PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Brokoli Lebih Berkhasiat dengan Tambahan Senyawa Phenolics

9b3a98c7-d84c-4646-a761-7e2e10bb5987

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Brokoli dan sayur kubis-kubisan lain mengandung senyawa phenolics dalam jumlah tinggi. Agar lebih menyehatkan, peneliti kini menambah senyawa phenolics dalam brokoli.

Sejak lama brokoli dijuluki superfood karena ragam manfaat kesehatannya. Sayuran yang renyah segar ini bersifat antikanker karena kandungan sulforaphane didalamnya. Tak hanya itu, brokoli juga sangat baik dikonsumsi wanita hamil karena kandungan kalsium dan folatnya penting untuk pertumbuhan janin.

Selain senyawa dan zat gizi tersebut, brokoli juga mengandung senyawa phenolics yang tak kalah menyehatkan. Peneliti di Universitas Illinois, Amerika Serikat menemukan bila phenolics dikonsumsi bersama flavonoid tertentu bisa turunkan beragam jenis penyakit.

“Senyawa phenolics memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Ada peningkatan bukti hal tersebut mempengaruhi jalur biokimia yang berafiliasi dengan peradangan pada mamalia. Kita membutuhkan peradangan karena ini adalah respons terhadap penyakit atau kerusakan, tetapi juga terkait dengan inisiasi sejumlah penyakit degeneratif,” ujar Jack Juvik, ahli genetika di Universitas Illinois kepada Illinois College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences (22/6).

Juvik menambahkan orang-orang yang mengonsumsi phenolics dalam jumlah tertentu memiliki risiko lebih sedikit terkena penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, asthma, dan beberapa jenis kanker.

Bersama rekan, Juvik berusaha mengidentifikasi sejumlah gen kandidat yang mengontrol akumulasi senyawa phenolics pada brokoli. Juvik berujar, “Ini akan butuh waktu beberapa saat. Kami berencana mengambil gen kandidat tersebut untuk digunakan dalam program pembiakan brokoli selanjutnya agar manfaat kesehatan brokoli bisa bertambah.”

Sementara itu, Juvik dan rekan berusaha memastikan hasil, tampilan, dan rasa brokoli nantinya tidak berubah meski ada penambahan senyawa phenolics. Untungnya senyawa ini terasa hambar dan bersifat stabil. Ini berarti proses pemasakan brokoli tidak akan merusak kualitas nutrisinya.

Begitu phenolics dikonsumsi, senyawa ini akan diserap dan ditargetkan ke area tertentu di tubuh atau terkonsentrasi di hati. Flavanoid lalu menyebar melalui aliran darah, mengurangi peradangan melalui aktivitas antioksidan mereka.

“Senyawa phenolics tidak bisa dibuat tubuh kita sendiri, jadi kita harus mendapatkannya dari makanan kita. Senyawa ini juga tidak bertahan selamanya sehingga kita perlu mengonsumsi brokoli dan sayuran kubis lainnya secara rutin. Idealnya tiap 3 hingga 4 hari sekali untuk menurunkan risiko kanker dan penyakit degeneratif lainnya,” pungkas Juvik.

Sumber: Detik