PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

BUMN Incar Rp 300 Triliun Dana Repatriasi Tax Amnesty | PT Rifan Financindo Berjangka

be70c0e1-96eb-4b1e-a444-2e9c17d66904_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Berbagai institusi dalam negeri mulai mempersiapkan diri tampung dana repatriasi hasil pengampunan pajak (tax amnesty). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tak mau ketinggalan.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, memprediksi gabungan perusahaan pelat merah bisa menyerap dana repatriasi sekitar Rp 200-300 triliun.

“Jadi semua ini kita harapkan, kita bisa menyerap, tergantung masuknya ya, tapi kita target sampai Rp 200-300 triliun untuk semua instrumen,” kata Rini ditemui usai rakor tax amnesty di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).

Menurut Rini, alurnya seperti ini. Pertama-tama, dana repatriasi masuk ke bank persepsi, di antaranya adalah 4 bank milik negara yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Setelah itu, kata Rini, pemilik dana bisa bebas menginvestasikan dananya ke berbagai instrumen investasi. Peran BUMN kembali muncul melalui Bahana, Danareksa, Mandiri Sekuritas, dan BNI Securities.

“Nah, kita menawarkan ditaruh di kita (BUMN). Di pool of fund yang dikelola oleh manajer investasi kita, yang mereka kemudian dalam waktu sekarang ini bisa ditaruh dulu di deposito, di tabungan, dan kita memberikan pilihan investasi yang ada di BUMN,” katanya.

Selain investasi di pasar keuangan, para manajer investasi (MI) BUMN itu juga akan menawarkan investasi di sektor riil melalui proyek-proyek yang dikerjakan BUMN.

“Jadi beberapa BUMN yang kita mengajak untuk di proyek yang sudah jalan, groundfield project. Mereka bisa ikut umpamanya di jalan tol Malang-Pandaan, umpamanya ya, dan sudah selesai dan sudah ada pendapatan kita mengajak partner. Sehingga BUMN-nya pun bisa kemudian dana itu kita manfaatkan untuk membangun jalan tol lain,” katanya.

“Kita juga ada seperti sekuritisasi untuk pembangunan perumahan rakyat. Jadi kita menawarkan itu. Kita juga menawarkan obligasi dalam rupiah atau dalam dolar AS,” tambahnya.

Selain obligasi, BUMN juga didorong untuk melepas sebagian saham anak usahanya ke pasar modal dengan skema initial public offering (IPO).

“Dan ada juga beberapa anak perusahaan BUMN yang akan kita IPO-kan. Seperti Tugu Pratama Asuransi, HK Realty. Jadi anak perusahaan ada beberapa. Kita masih mendetailkan. Yang kita harapkan juga, untuk pemegang dana yang tidak terlalu besar dan mereka mau masuk ke agrikultur, jadi kita menawarkan untuk investasi di hortikultura 100 ha, 500 ha, 1.000 ha,” ujar Rini.

(id, Rifan Financindo)