PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Bursa Global dan Regional Dukung IHSG Menguat

Bursa Global dan Regional Dukung IHSG Menguat

Jakarta, Rifan Financindo Berjangaka?-?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melaju 45 poin didorong aksi yang cukup ramai. Dana asing masuk lagi ke lantai bursa hampir Rp 300 miliar.

Menutup perdagangan, Rabu (30/9/2015), IHSG melaju 45,500 poin (1,09%) ke level 4.223,908. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,270 poin (1,19%) ke level 704,976.

Semalam bursa saham Wall Street naik tajam di akhir kuartal III-2015. Didorong aksi borong saham murah oleh investor, termasuk saham bioteknologi yang sudah jatuh harganya.

Indeks saham Dow Jones naik 235,57 poin (1,47%) menjadi 16.284,7. Indeks S&P 500 naik 35,94 poin (1,91%) ke 1.920,03. Sementara indeks Nasdaq naik 102,84 poin (2,28%) menjadi 4.620,17.

Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan. Sentimen yang beredar dari pasar global dan regional memberi dukungan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 64,80 poin (0,37%) ke level 17.452,95.
  • Indeks Straits Times menguat 9,75 poin (0,35%) ke level 2.800,64.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
IHSG kemarin berhasil melanjutkan rebound tutup di atas 4200 yaitu di 4223,908 atau menguat 45,50 poin (1,1%) di 4223,908. Penguatan IHSG pada perdagangan akhir kuartal tiga kemarin terutama ditopang optimisme pasar terhadap paket kebijakan ekonomi tahap II yang diumumkan hari sebelumnya dan pergerakan positif di sejumlah pasar saham global dan kawasan. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin turut menguat 0,5% di Rp14657 pasca pengumuman kebijkaan paket ekonomi tahap II. Membaiknya sentimen pasar juga tercermin dari mulai masuknya kembali dana asing di pasar saham setelah sejak 15 September lalu terus mencatatkan nilai penjualan bersih. Kemarin nilai pembelian bersih asing mencapai Rp288 miliar.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Salah satu kebijakan pemerintah dalam paket ekonomi tahap II adalah memberikan potongan pajak atas deposito devisa hasil ekspor dinilai akan mendorong para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspornya lebih lama di sistem perbankan dalam negeri. Apabila ini terjadi maka akan memberikan peluang penguatan rupiah atas dolar AS. Namun demikian pasar saham sepanjang September lalu melanjutkan tren bearish dengan koreksi hingga 6,34% melanjutkan koreksi bulan sebelumnya 6,10%. Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS sepanjang September anjlok hingga 4,5%.

Sementara itu bursa saham global tadi malam menutup akhir kuartal tiga berhasil rebound. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 2,34% di 3100,67. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street menguat masing-masing 1,47% dan 1,91% tutup di 16284,70 dan 1920,03. Harga minyak mentah naik tipis 0,29% di USD45,36/barel. Penguatan di Wall Street dipicu aksi window dressing pemodal menutup akhir 3Q15 dan rebound saham-saham berbasiskan teknologi dan bioteknologi setelah beberapa sesi terakhir tertekan.

Memasuki perdagangan awal Oktober ini, pemodal akan digerakkan dengan sejumlah sentimen data ekonomi makro seperti dari dalam negeri data inflasi dan dari kawasan data final manufacturing indeks China. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4170 dan resisten di 4270 berpeluang melanjutkan penguatannya, terutama juga ditopang potensi penguatan rupiah atas dolar AS.

OSO Securities
IHSG kembali melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan kemarin dengan naik sebesar 1.09% ke leve l 4,223.91. Mayoritas indeks sektoral berhasil menguat, dipimpin oleh sektor Finance dan Trade yang masing-masing mencatatkan penguatan sebesar 2.16% dan 2.1%. Sentimen positif pergerakan indeks kemarin dipicu oleh respon positif para pelaku pasar atas kebijakan paket ekonomi jilid II yang rilis dua hari lalu (29/09), serta paket kebijakan BI jilid II yang melengkapinya. Sinergi ini memunculkan persepsi bahwa BI dan pemerintah berjalan bersama mengatasi goncangan rupiah serta mendorong investasi dan mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pelaku pasar asing juga sudah mulai melakukan aksi beli, dimana kemarin Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 288.06 miliar.

Dari bursa Asia, semua indeks berhasil mencatatkan penutupan pada zona hijau. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh indeks Nikkei yang menguat cukup signifikan ke level 2.70% dan Hangseng yang naik sebesar 1.41%.

Seluruh bursa Wall Street mencatatkan penguatan pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones naik sebesar 1.47% ke level 16,284.70, indeks S&P 500 naik 1.91% ke level 1,920.03 dan indeks Nasdaq menguat sebesar 2.28% ke level 4,620.17. Penguatan yang terjadi pada bursa saham AS dipicu oleh kenaikan data Adp Employement Change bulan September yang naik menjadi 200K dari sebelumnya 186K, atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang hanya 194K.
Sementara itu, bursa Eropa yang sebelumnya mengalami koreksi, semalam berhasil ditutup rebound dengan mayoritas naik diatas 2%, ditengah rilisnya inflasi inti kawasan Zona Eropa bulan September yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar yaitu sebesar 0.9%. Indeks FTSE naik sebesar 2.58% ke level 6,061.61, indkes CAC 40 menguat 2.57% ke leve l 4,454.29 dan DAX menguat 2.22% ke level 9,660.44.

Kami perkirakan IHSG hari ini masih akan kembali melanjutkan penguatan. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator dan RSI menguat, didukung oleh penguatan pada MACD histogram. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4185- 4271.

 

Sumber: