PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Bursa Saham Global dan Regional Negatif

Bursa Saham Global dan Regional Negatif

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 67 poin di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih khawatir soal isu naiknya suku bunga AS oleh The Federal Reserve (The Fed) bulan depan.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (9/11/2015), IHSG anjlok 67,045 poin (1,47%) ke level 4.499,507. Sementara Indeks LQ45 jatuh 15,839 poin (2,02%) ke level 767,990.

Wall Street berakhir negatif setelah terimbas data perdagangan China. Investor juga bersiap-siap menanti naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) bulan depan.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 1% ke level 17.730,48 dan Indeks S&P 500 kehilangan 0,98% ke level 2.078,58. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 1,01% ke level 5.095,30.

Hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan pelemahan. Sentimen yang beredar dari pasar global dan regional semuanya negatif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 148,87 poin (0,76%) ke level 19.493,87.
  • Indeks Hang Seng anjlok 304,41 poin (1,34%) ke level 22.422,36.
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 36,83 poin (1,01%) ke level 3.610,05.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Sepanjang perdagangan di awal pekan ini, IHSG terjun bebas ke level 4,499.51 atau turun 1.47%. Mayoritas saham yang ada di bursa mencatatkan pelemahan dimana 218 saham turun. Hanya 67 saham yang berhasil naik, sedangkan 83 saham tidak bergerak. Seluruh indeks sektoral juga ditutup memerah dengan penurunan paling tajam diduduki oleh sektor basic industry yakni turun 3.23%, disusul sektor properti yang melemah 2.77%. Melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap USD yakni turun 0.59% ke level 13,644, serta data exports import China bulan Oktober yang mengecewakan, memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG kemarin. Pelemahan IHSG juga terjadi di tengah peluang The Fed yang semakin besar untuk menaikkan suku bunga di bulan depan mendatang. Namun asing justru terlihat melakukan aksi beli di tengah kondisi IHSG yang masih tertahan di area negative. Asing membukukan net buy sebesar Rp 87.78 miliar.

Saham Jepang masih melanjutkan rally di tengah pelemahan yen terhadap dollar pasca laporan pekerjaan AS yang kuat Jumat kemarin. Indeks Nikkei menguat 1.95%. Indeks Shanghai juga mencatatkan kenaikan 1.58% di tengah rilisnya data neraca perdagangan China yang menunjukkan bahwa negara tersebut sedang mengalami perlambatan. Selain itu, indeks yang juga mencetak penguatan yaitu indeks KLSE yang hanya naik tipis sebesar 0.02%.

Bursa Wall Street memerah di tengah meningkatnya spekulasi atas kenaikan Fed Rate bulan depan pasca rilisnya beberapa data ekonomi AS yang mengalami perbaikan. Perusahaan-perusahaan AS akan mendapatkan biaya pinjaman yang lebih tinggi jika Federal Reserve menaikkan suku bunganya. Investor juga terfokus pada kekhawatiran baru dari perlambatan China dimana negara tersebut merupakan pasar utama bagi banyak perusahaan di AS. DJIA turun 1.00%, S&P 500 melemah 0.98% dan Nasdaq juga turun sebesar 1.01%.

Bursa Eropa juga mengalami hal yang sama dimana seluruh indeks utama mayoritas mengalami pelemahan di atas 1%. Indeks FTSE 100 turun paling sedikit yakni hanya turun 0.92%. sedangkan CAC 40 dan DAX turun paling signifikan dengan pelemahan masing-masing sebesar 1.46% dan 1.57%.

Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak melanjutkan pelemahan. Secara teknikal, indikator RSI dan Momentum bergerak melemah. Sama halnya dengan Stochastic Oscillator yang juga bergerak menurun menembus batas netral. Kami prediksi IHSG akan bergerak di kisaran 4455-4540.

Kiwoom Securities
Negatifnya Dow Jones serta bursa dunia dapat kembali memberikan tekanan. IHSG terkoreksi dengan penutupan di dekat level psikologis 4,500 kemarin. Penembusan pada level psikologis ini serta adanya pola long black candle dapat kembali membuka tren yang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren pelemahan hari ini.

 

Sumber:?finance.detik.com