PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Cadangan Devisa RI Kian Tergerus Sejak Awal Tahun

cadangan-devisa-ri-kian-tergerus-sejak-awal-tahun-PPYjl81r0L

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Jumlah cadangan devisa Indonesia sejak awal tahun terus mengalami penurunan. Tercatat, penurunan terjadi mulai Februari hingga Juni 2015.

Menurut data yang dihimpun Okezone, cadangan devisa Indonesia sempat mengalami kenaikan pada Februari 2015. Namun hingga akhir tahun cadangan devisa terus turun sejalan dengan nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2015 tercatat sebesar USD115,5 miliar, meningkat USD1,3 miliar dari posisi akhir Januari 2015 sebesar USD114,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan peningkatan cadangan devisa tersebut terutama berasal dari devisa hasil ekspor migas bagian pemerintah yang melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Kemudian pada Maret 2015, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2015 tercatat sebesar USD111,6 miliar.

Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs, penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental.

Namun, cadangan devisa kembali terjun bebas dalam kurun waktu tiga bulan berturut-turut. Secara bertahap posisi cadangan devisa turun mulai dari akhir April 2015 sebesar USD110,9 miliar, akhir Mei 2015 sebesar USD110,8 miliar, dan Juni 2015 sebesar USD108,0 miliar.

Kendati demikian, Tirta Segara menyebutkan, posisi cadangan devisa per akhir Juni 2015 masih cukup membiayai 7 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” imbuh Tirta.

Sumber: http://economy.okezone.com/