PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Cadangan Minya AS Turun, Emas Bersiap Untuk Kenaikan | PT Rifan Financindo Berjangka

1432026shutterstock-102695807780x390

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Emas naik untuk hari keempat berturut-turut karena pelemahan dolar pasca risalah dari pertemuan Juli The Fed yang mengisyaratkan bahwa suku bunga AS siap untuk bertahan lebih lama diposisi rendah.

Bullion untuk pengiriman cepat naik sebanyak 0,5 persen ke $ 1,355.06 per ons dan diperdagangkan di $ 1,352.98 pada 8:57 pagi waktu Singapura, menurut Bloomberg generic pricing. Logam ini 28 persen lebih tinggi tahun ini setelah naik setiap hari pada pekan ini, rentang waktu terpanjang keuntungan sejak 6 Juli.

Emas telah meningkat tahun ini sebagian berada di belakang suku bunga yang lemah atau suku bunga negatif global, membuktikan manfaat untuk bullion yang tidak menawarkan bunga atau imbal hasil. Risalah dari pertemuan The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat melihat sedikit risiko kenaikan inflasi, terlepas dari apa yang mereka lakukan dengan suku bunga. Kemungkinan peningkatan biaya pinjaman pada bulan Desember turun menjadi 48,5 persen dari 51 persen sehari sebelumnya, menurut harga yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Minyak tahan kenaikan terpanjangnya dalam lebih dari satu tahun terkait stok minyak mentah dan bensin AS menurun, mengurangi keterhantungan persediaan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade terakhir.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik lebih dari 12 persen selama lima sesi sebelumnya. Persediaan minyak mentah mengalami penurunan terburuk dalam lima minggu, sementara stok bahan bakar motor jatuh untuk minggu ketiga, menurut laporan dari Energy Information Administration. OPEC berada di jalur untuk menyetujui kesepakatan pengurangan produksi karena anggota-anggota terbesarnya sudah memompa lebih sedikit, Chakib Khelil, mantan presiden kelompok tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara Bloomberg.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di $ 46,85 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen, pada 08:11 pagi Hong Kong. Kontrak naik 21 sen menjadi ditutup di $ 46,79 pada hari Rabu untuk kenaikan hari kelima, rentang waktu terpanjang sejak April 2015. Jumlah volume perdagangan sekitar 46 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman Oktober kehilangan 10 sen, atau 0,2 persen, ke $ 49,75 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak pada hari Rabu naik 62 sen, atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada $ 49,85 mencatatkan kenaikan sebesar 13 persen selama lima sesi. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 2,21 untuk premium WTI pengiriman Oktober.

(id, RifanFinancindo)