PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Cadangan Minyak A.S Berkurang, Perdagangan WTI Dekati 1-Pekan Tertinggi; Brent Stabil

harga minyak naik

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga tertingginya selama hampir sepekan terakhir sehubungan menurunnya tingkat cadangan minyak mentah A.S, sementara minyak mentah jenis Brent yang berada di London mengalami penguatan.
Pasca kenaikan harga minyak sebesar 1.4% kemarin di New York, kontrak berjangka telah mengalami sedikit perubahan, cadangan minyak mentah menyusut sebanyak 4.27 Juta barel menuju ke level 358 Juta dalam pekan yang berakhir pada tanggal 19 September yang lalu, berdasarkan pernyataan dari pihak kelompok statistik Departemen Sumber daya Energi hari Rabu kemarin.
Para analis telah memperkirakan kenaikan sebesar 750,000 barel dalam survey berita analis Bloomberg, sementara itu menurut informasi dari Pentagon bahwa pesawat tempur A.S dan Arab telah menyerang penyulingan minyak kecil di bagian Timur Suriah yang dikendalikan oleh pihak ekstrimis ISIS.
Selain itu WTI untuk pengiriman November berada dilevel $92.83 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sejumlah 3 sen, pukul 8:26 waktu Singapura.
Kontrak tersebut kemarin naik sebanyak $1.24 bergerak menuju ke level harga $92.80. volume seluruh kontrak berjangka yang diperdagangkan berada dikisaran 72% dibawah pergerakan rata-rata 100-hari, dengan penurunan tahun ini sebesar 5.7%.
Brent untuk penetapan November berada sebanyak 2 sen lebih tinggi dilevel harga $96.97 per barel pada ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Sedangkan minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada level premium sebesar $4.18 bagi WTI, dengan penutupan spread kemarin yang berada dilevel $4.15, merupakan level tersempit sejak 15 September yang lalu.
Sumber : Bloomberg