PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Carney Melihat Inggris Akan Alami Waktu Sulit Efek Brexit seiring BOE Longgarkan Aturan Bank

3ed5121a732a5be5c7da8dab25e03f2b

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Mark Carney berjanji untuk menopang stabilitas keuangan saat ia memperingatkan bahwa risiko dari keputusan mengejutkan Inggris meninggalkan Uni Eropa sudah mulai terlihat jelas.

“Ada prospek perlambatan ekonomi,” kata Gubernur Bank of England pada konferensi pers di London, Selasa, setelah bank sentral menerbitkan Financial Stability Report semi-tahunan nya. “Jumlah keluarga yang rentan terkena dampak ekonomi bisa meningkat seiring prospek ekonomi yang lebih sulit.”

Penampilan ketiga Carney dalam 12 hari sejak referendum Inggris memperlihatkan perannya sebagai mercusuar stabilitas menyusul semakin tingginya ketidakpastian pertarungan politik tentang bagaimana negara akan melanjutkan pemerintahannya sekarang dan apa dampak keputusan Brexit terhadap ekonomi. Gubernur BOE berjanji untuk memastikan bank memiliki akses ke semua likuiditas yang mereka butuhkan, dan penurunan suku bunga diisyaratkan bisa segera terjadi pada musim panas ini.

Langkah-langkah untuk menghadapi situasi saat ini diumumkan oleh Komite Kebijakan Keuangan, Selasa, termasuk kebijakan pengurangan persyaratan modal untuk bank yang Carney sebut sebagai “perubahan besar.” Kebijakan penyangga countercyclical untuk bank Inggris dipotong menjadi nol dari 0,5 persen dari aktifa tertimbang menurut risiko, pergerakan itu menurut FPC akan meningkatkan kapasitas pinjaman kepada perusahaan dan rumah tangga sebanyak 150 miliar pound ($ 197 miliar). Suku bunga yang lebih tinggi sedianya akan mulai berlaku pada bulan Maret. Pejabat sekarang melihat suku bunga akan bertahan di nol setidaknya sampai Juni 2017.

Carney dan FPC memberi peringatan keras kepada bank bahwa mereka tidak harus menggunakan dana tambahan yang mereka bisa gunakan untuk meningkatkan pembayaran dividen.

Komite yang terdiri dari 11-anggota juga mengatakan bahwa mereka “memantau dengan cermat” lima risiko utama, termasuk kerusakan lebih lanjut selera investor untuk asset di Inggris Raya. Hal itu merupakan kunci karena Brexit dapat mencegah investor dari pembiayaan defisit transaksi berjalan yang berada didekat level rekor negara .

Panel tersebut juga mencermati valuasi di pasar real-estate komersial, kerentanan dalam berhutang rumah tangga dan pemilik rumah, prospek ekonomi global dan likuiditas yang rapuh di pasar keuangan.

“seiring berkembangnya prospek, FPC mengindikasikan kesiapan untuk mengambil tindakan lebih lanjut yang dianggap tepat untuk mendukung stabilitas keuangan,” kata bank sentral dalam laporannya.

Carney juga memperingati bahwa BOE dapat memilih untuk menurunkan suku bunga. Komite Kebijakan Moneter memulai pertemuan minggu ini untuk mempersiapkan keputusan 14 Juli nanti. Gubernur mengatakan bahwa akan menjadi keputusan yang hati-hati, dengan mempertimbangkan risiko stabilitas keuangan dari biaya pinjaman yang terlalu rendah.

“Dalam lingkungan ini, dimana ketidakpastian lingkungan cenderung tinggi, sangat penting bahwa setiap tindakan moneter – apa pun itu ? memilik tujuan yang bisa menghasilkan hal positif,” katanya. Para pembuat kebijakan “memikirkan konsekuensi potensial, yang diinginkan dan yang tidak diinginkan. (sdm)

Sumber: Bloomberg