PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Demi China, Google Rela Sensor Play Store

Demi China, Google Rela Sensor Play Store

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Google akan kembali membuka Play Store di China setelah lima tahun menutupnya. Ya, toko aplikasi Android itu sempat ditarik peredarannya dari negeri Tiongkok itu pada 2010 lalu karena bermasalah dengan hukum setempat.

Meski nantinya akan muncul kembali di Negeri Tirai Bambu itu pada tahun 2016., Google kabarnya akan menyensor habis-habisan Play Store di China agar sesuai dengan hukum di negara tersebut. Demikian seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (23/11/2015).

Bahkan, ada juga yang menyebut bahwa Play Store di China akan terpisah dengan Play Store untuk negara-negara lain di seluruh dunia. Masuk akal memang, mungkin hal ini dilakukan agar lebih mudah untuk melakukan penyensoran.

Sensor yang dimaksud adalah memblokir aplikasi-aplikasi yang dilarang beredar oleh pemerintah China. Selain itu, partai komunis di negeri tersebut juga mewajibkan Google untuk menyimpan data Play Store-nya di di China dan hal ini akan lebih mudah dilakukan dengan memisahkan Play Store.

Hal ini tentu akan mengganggu pengalaman menggunakan Android di China, namun tampaknya Google mau mengorbankan hal itu agar tetap bisa beroperasi di negara tersebut. Ketika dimintai konfirmasi, pihak Google masih menutup mulutnya rapat-rapat soal hal ini.

Lima tahun lalu Google menarik layanannya di China setelah menolak menyensor layanannya itu. Memang Google sampai saat ini masih beroperasi di China, namun terbatas pada layanan-layanan tertentu dan Play Store bukan satu di antaranya.

Pasar yang sangat besar di China memang terlalu sulit untuk ditolak oleh siapapun, termasuk perusahaan sebesar Google. Sebagai perbandingan, tahun lalu Apple bisa menghasilkan pendapatan sebanyak USD 58,7 milliar di China, setelah mereka bisa ‘berdamai’ dengan pemerintah setempat.

 

Sumber:?http://inet.detik.com/