PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dikecam, Vlogger Terkenal Minta Maaf Gara-Gara Tampilkan Mayat | PT RFB

4c6b3a90-cd8a-4177-8b2a-682c23684699

Jakarta, RifanFinancindo – Vlogger terkenal asal Amerika Serikat, Logan Paul, meminta maaf setelah dikecam oleh warganet.

Dia dikecam lantaran dalam sebuah vlog-nya, pria tersebut mempertontonkan tubuh mayat yang meninggal akibat bunuh diri di hutan Aokigahara Jepang.

Dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Rabu (3/1/2018), Logan telah menurunkan video tersebut dari channel-nya. Ia juga meminta maaf karena mengunggah video berisi mayat yang masih tergantung di sebuah pohon.

Dia mengklarifikasi, tujuannya menunjukkan video tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas tindakan bunuh diri.

Video Paul diunggah dengan judul “Kami menemukan sesosok mayat di Japanese Suicide Forest” . Video tersebut ditonton oleh banyak orang sekaligus mendapatkan kecaman dan protes dari penontonnya.

Dalam unggahan permintaan maaf di Twitter, Paul mengatakan, dia mendapatkan beragam komentar negatif.

“Saya baru sekali mendapatkan kritik seperti ini, sebab saya tak pernah membuat kesalahan seperti ini sebelumnya. Saya dikelilingi banyak orang baik dan saya yakin saya membuat keputusan yang baik, tapi saya juga manusia yang bisa berbuat salah,” katanya.

Vlogger itu melanjutkan, dirinya tidak mengunggah video tersebut untuk mencari penonton semata.

“Saya bermaksud menggalang kesadaran akan bunuh diri dan pencegahannya,” tulis Logan Paul yang diunggah ke Twitter.

Dalam videonya, ia mengatakan, video tersebut merupakan peristiwa paling nyata yang pernah diunggahnya di channel-nya. Dalam vlog tersebut, Paul dan rekannya tampak telah mempersiapkan diri bermalam di hutan tersebut dengan berbagai peralatan.

Keduanya pun masuk ke hutan, tak lama mereka menemukan sesosok mayat tergantung dengan tali di pohon.

“Bro, apakah kita baru saja menemukan mayat di hutan bunuh diri ini?” tanya Paul kepada rekannya.

Kemudian, mereka mendekati mayat tersebut dan berkata, “Yo, apakah kamu hidup, apakah kamu mencoba mengerjai kami?”

Alih-alih memotong adegan tersebut, Paul memasukkannya dalam vlog dan menyensor muka mayat tersebut. Paul pun berkata ke arah kamera.

“Bunuh diri bukanlah lelucon. Depresi dan sakit mental bukanlah lelucon. Kami datang ke sini mulanya dengan tujuan untuk memperlihatkan seramnya hutan ini. Tapi sekarang benar-benar nyata,” kata Paul.

Alih-alih meninggalkan mayat, dia masih berkutat di tempat tersebut. Dia juga sempat mengatakan, “Harusnya ini hanya lelucon, kenapa malah kejadiannya sangat nyata?”

Tak lama, dia pun kembali ke parkiran dan mengambil gambar kru yang sedang bertindak menangani mayat tersebut sambil meminum sake, minuman keras Jepang.

sumber: liputan6

Leave a Reply