PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Ditemukan Rencana Rute ke Lokasi Jatuhnya MH370 dalam Simulator Milik Pilot | PT Rifan Financindo Berjangka

e42b48bd-04b0-4223-a5a4-3f5ce11d418c_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Simulator penerbangan yang ada di kediaman pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mencatat rencana rute penerbangan ke perairan Samudera Hindia bagian selatan. Lokasi itu berada di perairan yang sama yang diyakini sebagai lokasi hilangnya MH370.

Fakta soal rute ke Samudera Hindia ini diungkapkan Badan Pusat Koordinasi Gabungan (JACC) yang dipimpin Australia dalam email kepada Reuters, Kamis (28/7/2016). Namun data dari simulator penerbangan tidak langsung membuktikan pilot MH370 sengaja menerbangkan pesawat jenis Boeing 777-200ER itu hingga jatuh.

“Simulator penerbangan kapten MH370 menunjukkan seseorang mengatur rute ke Samudera Hindia bagian selatan,” sebut JACC dalam email kepada Reuters.

“Informasi dari simulator itu hanya menunjukkan kemungkinan perencanaan. Informasi itu tidak mengungkap apa yang terjadi pada malam saat pesawat menghilang, atau di mana lokasi pesawat itu,” imbuh pernyataan itu.

Pesawat MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak, menghilang pada Maret 2014, saat mengudara dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China. Sejumlah pihak meyakini pesawat jatuh di perairan terpencil Samudera Hindia bagian selatan, lokasi yang sama dalam pengaturan rute penerbangan dalam simulator pilot MH370.

Nyaris 180 juta dolar Australia (Rp 1,7 triliun) dihabiskan untuk mencari keberadaan MH370 melalui pencarian bawah laut di perairan seluas 120 ribu kilometer persegi, di Samudera Hindia bagian selatan. Sejumlah puing pesawat ditemukan terdampar di pantai-pantai Benua Afrika dekat Samudera Hindia dan beberapa di antaranya telah teridentifikasi positif sebagai bagian MH370. Temuan-temuan itu diharapkan semakin membuka tabir misteri MH370.

Namun pada praktiknya, otoritas Australia, Malaysia dan China yang berkepentingan dalam tragedi ini, malah memutuskan untuk menangguhkan sementara pencarian di Samudera Hindia. Ketiga negara menyebut, pencarian ini akan dilanjutkan jika muncul bukti baru yang kredibel.

Sementara itu, penyelidikan MH370 juga sempat diwarnai kecurigaan adanya pembajakan hingga kesengajaan awak pesawat dalam tragedi ini. Penyidik meyakini ada seseorang yang sengaja mematikan transponder pesawat sebelum mengalihkan penerbangan beberapa ribu kilometer jauhnya dari rute sebenarnya, Kuala Lumpur-Beijing. Transponder merupakan alat penguat dan pengirim sinyal yang ada dalam pesawat.

Tahun 2015 lalu, penyidik Malaysia menyatakan tidak ada hal mencurigakan soal riwayat pribadi, riwayat medis maupun keuangan pilot serta awak MH370.

(id, Rifan Financindo)