PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dolar AS Lanjutkan Gain 2 Minggu, Emas Anjlok | PT Rifan Financindo Berjangka

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Dolar melanjutkan gain minggu kedua terhadap yen di tengah spekulasi pembuat kebijakan Federal Reserve berada di jalur untuk menaikkan suku bunga sedangkan Bank of Japan akan menambah stimulus pada pertemuan masing-masing minggu ini.

Yen menjadi pemain terburuk di antara 16 mata uang utama greenback bulan ini. 32 dari 41 responden yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan BOJ akan melonggarkan kebijakan moneter dalam pertemuan pada 28-29 Juli nanti. Hedge fund dan spekulan besar lainnya meningkatkan posisi net yang akan mendapat manfaat dari dolar yang lebih kuat terhadap delapan mata uang utama dalam sebulan, menurut Komisi Perdagangan Komoditi Berjangka.

Dolar naik 0,2 persen ke level ? 106,35 pada pukul 06:09 siang waktu London, memperpanjang kenaikan 5,6 persen dalam dua minggu terakhir. Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah setelah membukukan minggu terbaik dalam dua bulan dengan naik sebesar 0,8 persen.

Emas jatuh, melanjutkan penurunan beruntun mingguan pertama sejak Mei, menyusul positifnya pasar ekuitas dan penguatan pada dolar menyakiti permintaan terhadap logam kuning ini menjelang pertemuan bank sentral di AS dan Jepang pekan ini.

Bullion untuk pengiriman segera turun 0,4 persen ke level $ 1,317.26 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,318.60 pada pukul 8:48 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini turun 1,1 persen pekan lalu setelah merosot 2,1 persen pada minggu sebelumnya.

Reli emas tahun ini telah terpangkas sebagai dolar yang lebih kuat dan rebound dalam ekuitas mengurangi permintaan logam sebagai penyimpan nilai. S & P 500 ditutup pada rekor tertinggi terbaru Jumat lalu di tengah tanda-tanda penguatan dalam ekonomi AS. Pembuat kebijakan Federal Reserve bertemu pada 26-27 Juli, dengan para pedagang melihat peluang 10 persen untuk kemungkinan kenaikan suku bunga, sementara mayoritas ekonom yang disurvei Bloomberg memproyeksikan Bank of Japan akan meningkatkan stimulus pada pertemuan yang berakhir pada tanggal 29 Juli lalu.

(id, Rifan Financindo)