PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dolar AS Masih Berada dalam Tekanan Jual

\Dolar AS Masih Berada dalam Tekanan Jual\

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan, setelah kemarin gagal menembus ke atas area 123.80 per yen Jepang. Kendati adanya data ekonomi yang positif dari sisi inflasi dan sentimen konsumen, dolar AS masih rawan aksi profit-taking.
Monex Investindo Futures, tingkat harga produsen AS mencetak kenaikan terbesar dalam 2,5 tahunan di Mei, seiring kenaikan harga bensin dan makanan, menandakan tekanan turun pada inflasi oleh penurunan harga minyak sudah akan berakhir.

Namun, aksi jual sempat terhenti oleh kenaikan di atas ekspektasi pada indeks sentimen konsumen Juni dari University of Michigan. “Meski demikian, dolar AS kembali mendapatkan momentum bearish untuk anjlok ke bawah level 123,20,” jelas riset tersebut Senin (15/6/2015).

Adapun tingkat harga produsen di AS yang mencetak kenaikan tersebut, menandakan tekanan turun akibat harga minyak akan segera berakhir. Menurut data Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat indeks harga produsen bertambah 0,5 persen bulan lalu, kenaikan terbesar sejak September 2012.

Data tersebut menyusul penurunan sebesar 0,4 persen pada April. Sementara tahun ini, hingga Mei indeks harga produsen turun sebesar 1,1 persen, mencetak penurunan tahun beruntun keempat.

Tingkat harga turun sebanyak 1,3 persen dalam 12 bulan hingga April, penurunan terbesar sejak 2010. Ekonom memperkirakan PPI naik sebanyak 0,4 persen bulan lalu dan turun sebesar 1,1 persen dari tahun lalu.

Sumber: http://economy.okezone.com/