PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dolar Melemah, Minyak Turun 1% | PT Rifan Financindo Berjangka

dolar1

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Minyak berjangka menetap 1% lebih rendah pada Selasa ini terkait kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global yang meningkat mengimbangi perkiraan untuk penurunan pasokan mingguan minyak mentah AS.

Harga kehilangan momentum kenaikan di hari sebelumnya karena meredupnya spekulasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak lainnya akan memulai pembicaraan menegani kerjasama harga setelah upaya mereka gagal pada April.

Minyak mentah Brent menetap 41 sen, atau hampir 1 persen, di $ 44,98 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 25 sen, atau 0,6%, untuk menetap di level $ 42,77.

Kedua Indeks tersebut reli hampir 3% persen pada sesi sebelumnya, mendapatkan traksi dari rebound akhir pekan lalu setelah WTI turun ke untuk posisi terendah April di bawah $ 40 per barel.

Dolar turun karena para pedagang terus melihat Federal Reserve yang berjalan lambat untuk menaikkan suku bunga.

Yen dan pound naik, sementara mata uang negara-negara pengekspor komoditas seperti Norwegia dan Australia memperpanjang rally yang membuat dua mata uang tersebut berkinerja terbaik dalam mata uang pasar negara berkembang pekan ini. Indeks dolar telah menghapus kenaikan yang dipicu oleh data ekonomi hari Jumat yang menunjukkan pertumbuhan gaji pada bulan kedua yang lebih baik dari perkiraan, terkait peluang dalam pasar berjangka untuk suku bunga AS yang lebih tinggi pada akhir tahun gagal untuk naik di atas 50 %.

Yen melonjak 0,4 % ke level 101,48 per dolar pada pukul 09:23 pagi waktu Tokyo, sementara pound menguat 0,5 %.

Krone Norwegia naik 0,4 % ke level 8,3710 per dolar, mengambil keuntungan pekan ini menjadi 1,6 %. Dolar Australia mencapai level tiga bulan tertinggi 76,98 sen Amerika Serikat dan telah melonjak 1 % sejak Jumat lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah menurun 0,6 % selama minggu ini.

(id, RifanFinancindo)