PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dolar Menguat Jelang Pertumbuhan Ekonomi AS Diumumkan | PT Rifan Financindo

6ddd56bf-2d8f-445a-9e02-833961b70f59_169

Jakarta, Rifan Financindo – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat jelang pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam tersebut diumumkan. Akibatnya mata uang banyak negara, termasuk Indonesia hari ini melemah.

Demikianlah riset Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan seperti dikutip detikFinance, Jumat (27/1/2017).

Dolar kembali menjadi pilihan seiring dengan ekspektasi data PDB AS nanti malam. Pagi ini DXY berada di 100.50. Data fundamental AS dirilis dibawah ekspektasi market dimana tingkat klaim pengangguran meningkat 12000 klaim dibandingkan dengan bulan lalu.

Bursa wallstreet ditutup mixed seiring dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai hubungan bilateral antara AS dengan Meksiko. S&P500 turun 1,69 poin, atau 0,07 %, berakhir di level 2.296,68 sedangkan Nasdaq turun 1,16 poin, atau 0,02 %, menjadi 5.655,18.

Regional

Penguatan pada dolar membuat mata uang majors anjlok lebih 40 pips. Sterling turun 76 pips ke 1.2596 pagi ini dari level tertinggi intraday 1.2672 dimana secara teknikal sterling sedang terkonsolidasi sedangkan berdasarkan Daily Chart GBP/USD masih berpotensi kembali lagi ke level 1.26an.

Level resistance selanjutnya berada di 1.2630. Yen terus melemah terhadap dolar AS dimana berdasarkan chart 4H mencoba tiitik tahanan atas 114.85. Sentimen terkait pelemahan yen adalah pernyataan Shinzo Abe yang menyebutkan akan mengadakan kerjasama bilateral dengan Trump seusai AS keluar dari TPP.

Indonesia

Dolar AS pagi ini Rp 13.360-13.370 seiringan dengan rebound dolar AS terhadap majors tak terkecuali emerging markets. Index Harga Saham Gabungan kemarin ditutup positif +0.45% ke level 5317.63. Yield obligasi pemerintah Indonesia benchmark 10 tahun hari ini diperkirakan berada di range 7.590%-7.650%. Sri Mulyani menyebutkan bahwa inflasi diperkirakan akan meningkat ke 4% di tahun ini setelah di tahun lalu Inflasi Indonesia berada di 3.02%

Rifan Financindo