PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dolar Tertekan di Asia Setelah Mixed data

U.S-Dollar

 

Dolar tergelincir di Asia pada Senin (19/5) setelah mixed data di AS dan memanasnya kekhawatiran geopolitik, sementara rupee India berada dekat dengan level tertinggi satu tahun setelah oposisi pro – bisnis memenangkan pemilihan umum negara di negara tersebut.
Pada perdagangan sore hari di Tokyo, dolar diambil pada level ¥ 101,43, terhadap ¥ 101,54 di New York pada Jumat sore.
Euro naik menjadi US$ 1,3700 dari US$ 1,3695 sementara berpindah tangan pada ¥ 138,98 terhadap ¥ 139,08.
Pada hari Jumat lalu, menunjukkan data perumahan AS mulai melonjak 13,2 persen lebih kuat dari yang diperkirakan pada bulan April sementara kepercayaan konsumen melemah.
Pedagang sekarang menungggu untuk rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve 29-30 April pada hari Rabu, dengan Credit Agricole mengatakan bahwa mereka ” akan mencermati secara dekat untuk potensi evolusi pedoman kedepannya serta sebagai petunjuk jalur kebijakan moneter ke depannya “.
Dan juga pada hari Rabu mendatang Bank of Japan (BoJ) akan menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari, yang akan dicermati untuk sebuah gagasan tentang rencana kebijakan moneter dari BoJ.
Sebagian besar dolar lebih rendah terhadap mata uang lainnya di Asia – Pasifik. Dolar turun menjadi Rp 11,358.80 Indonesia dari Rp 11,401.80 pada Jumat, Tw$ 30,13 dari Tw$ 30,15, dan 1,022.53 won Korea Selatan dari 1,025.16 won.
Unit AS juga turun menjadi Sg$ 1,2510 dari Sg$ 1,2520, 43,62 peso Filipina dari 43,75 peso dan 32,47 baht Thailand dari 32,48 baht.
Dolar Australia tidak berubah pada 93,53 sen AS, sementara yuan China merosot ke ¥ 16,23 dari ¥ 16,26.
Sumber : AFP