PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Dollar Naik, Tekan Emas Bertahan Dibawah Level 2 Bln Terendahnya

Emas menahan penurunan mendekati level 2 bulan terendahnya terkait spekulasi bahwa Federal Reserve AS tahun depan akan menaikkan suku bunga, sehingga meyebabkan kenaikan dollar dan mengurangi permintaan akan investasi alternatif.
Bullion untuk pengiriman segera turun sebesar 0.2% ke level $1,274.82 per ounce dan diperdagangkan pada level $1,276.25 pukul 8:18 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Tangal 21 Agustus lalu emas turun ke level $1,273.14, level terendah sejak 18 Juni lalu, akibat rilis hasil pertemuan The Fed yang memberikan sinyal bahwa para pembuat kebijakan diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Rilis data hari ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa pesanan barang-barang tahan lama Juli lalu naik pada laju tertingginya sejak Maret 2011 silam setelah The Fed menilai bahwa aktivitas ekonomi melampaui dari perkiraan analis sebelumnya, sehingga mengantarkan acuan ekuitas AS berada pada rekor. Sementara itu, dollar terhadap euro naik ke level 11 bulan tertingginya setelah kenaikan pertama kali suku bunga sejak 2006 lalu diperkirakan akan terjadi tahun depan, selain itu ECB (European Central Bank) mempertimbangkan menambah stimulus guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Ketua The Fed Janet Yellen pada 22 Agustus lalu saat pertemuan menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mengalami pemulihan. Pada pertemuan yang sama, Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa goyahnya ekonomi Zona Eropa akan membutuhkan stimulus moneter. The Fed telah memangkas pembelian obligasi bulanan pada setiap pertemuannya dan suku bunga pinjaman telah mendakti 0 sejak Desember 2008 lalu.
Sumber : Bloomberg