PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Donat Krispy Kreme Dijual Secara Sembunyi | PT Rifan Financindo Berjangka

51ca1eed-3c7c-4b95-8a96-ddcf875648c8

Jakarta, RifanFinancindo – Situasi kota yang berbahaya membuat gerai Krispy Kreme di Juarez ditutup. Pengusaha lokalpun mencari cara menjual donat ini secara diam-diam.

Kota Juarez di perbatasan Meksiko merupakan salah satu kota paling berbahaya di dunia karena kartel narkoba besar beroperasi di sini. Meski kini Juarez sudah lebih aman, beberapa komoditas masih diperjualbelikan secara diam-diam termasuk donat Krispy Kreme.

Dikutip dari Oddity Central (12/1), warga Juarez amat menyukai Krispy Kreme sejak gerai pertama donat Amerika ini hadir di Meksiko tahun 2004. Sayangnya gerai Krispy Kreme di Juarez terpaksa ditutup karena perang narkoba hebat yang terjadi di sini.

Namun pengusaha lokal di Juarez tak hilang akal untuk memasok Krispy Kreme ke kotanya. Mereka yang memegang visa Amerika Serikat akan menyetir ke El Paso, Texas untuk membeli beberapa kotak Krispy Kreme.

Donat-donat ini nantinya dijual di Juarez secara diam-diam dengan harga sedikit lebih tinggi. Salah satu penjualnya, Sonia Garcia mengaku dalam seminggu ia bisa membeli 40 kotak donat Krispy Kreme seharga 5 USD (Rp 67.000) per kotak. Donat ini lalu dijual kembali seharga 8 USD (Rp 107.000) per kotak.

Pemasaran diam-diam alias ‘black market’ ini dilakukan via Facebook. Garcia akan memberitahu pelanggannya kapan ia akan membeli donat dan rasa donat apa saja yang tersedia. Ia bahkan melayani jasa pesan antar jika seseorang memesan Krispy Kreme dalam jumlah banyak.

Seminggu sekali Garcia menjual donatnya di mobil sedan dengan banner “Krispy Kreme Donas” sebagai penanda. Sering kali warga Juarez sudah antre saat Garcia membuka ‘toko’ miliknya ini di jam 5 sore.

Meski Meksiko punya dessert tradisional bernama churros, warga Juarez tak bisa menolak kenikmatan Krispy Kreme. “Donat serupa Krispy Kreme di Meksiko selalu keras dan kering dibanding Krispy Kreme yang asli,” ujar Garcia.

Sebelum Garcia, Mauricio Chavez dan Vanessa Gavaldon juga menjalani bisnis serupa di Juarez. Dua tahun lalu halaman Facebook mereka telah memiliki 8.000 fans dan mereka bisa menjual sekitar 70 kotak donat Krispy Kreme per hari.

“Kami membawa donat-donat ini fresh setiap hari dibanding penjual lain yang biasanya menjual donat hingga 4 hari kemudian,” pungkas Vanessa kala itu.

Sumber: www.detik.com

RifanFinancindo