PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Emas Turun Tajam Secara Berturut-turut Dalam Hampir 7 Bln Terakhir

emas2

 

Emas tergelincir pada sesi ke-5 secara berturut-turut di Senin ini, penurunan tertajamnya secara berturut-turut sejak November tahun lalu, akibat sentiment para investor dipengaruhi oleh penguatan ekuitas global dan permintaan emas yang turun di Asia.
Spot gold turun 0.3% ke level $1,247.20 per ounce pukul 08:28 waktu Singapura. Level ini sangat jauh dari level 4 bulan terendahnya $1,241.99 yang tercapai pada hari Jumat lalu.
Penurunan selama 5 hari merupakan penurunan logam tertajam secara berturut-turut sejak Oktober-November tahun lalu saat logam turun selama 7 hari berturut-turut.
Emas terlihat sebagai nilai lindung investasi daripada aset yang terlalu beresiko seperti ekuitas. Mayoritas pasar ekuitas global diperdagangkan flat pada hari Jumat lalu, akan tetapi Dow dan S&P 500 mencatat rekor pada level penutupan.
Pekan lalu perusahaan investasi dan manajer keuangan menurunkan spekulasi bullish pada emas berjangka dan opsi ke level terendahnya dalam hampir 4 bulan terakhir, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission hari Jumat lalu.
Penjualan koin emas AS Mei lalu turun ditengah kelesuan ritel, hal itu menurut rilis data dari Mint AS, meskipun demikian investor memperkirakan penurunan pekan ini pada spot emas memicu penawaran oleh para kolektor.
The U.S. Mint menyatakan akan menghentikan pendistribusian investasi koin perak American Eagle, akibat permintaan investasi ritel yang telah berkurang.
Pekan lalu emas premium di India hampir menurun terkait perkiraan bahwa pemerintah baru akan melonggarkan pembatasan impor logam mulia, ketika permintaan di sebagian Asia gagal capai kenaikan meski harga sedang turun.
Bursa Saham Hong Kong dan China Senin ini tutup karena hari libur nasional.
Dalam pekan ini, bursa saham sedang fokus pada data ekonomi seperti U.S. non-farm payrolls.
Sumber: Reuters