PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Eropa Lesu, Hong Kong Kucurkan Rp 821 Miliar Gaet Turis dari Asia

Eropa Lesu, Hong Kong Kucurkan Rp 821 Miliar Gaet Turis dari Asia

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Kondisi pasar Eropa yang sedang lesu ternyata berpengaruh pada pariwisata Hong Kong. Maka kini, Hong Kong sedang membidik pasar Asia yang sedang bertumbuh. Tak tanggung-tanggung, sekitar HK$ 483 juta (Rp 821 miliar) digelontorkan untuk menggaet turis Asia.

Hong Kong melalui Hong Kong Tourism Board (HKTB) sedang gencar membuat program “Hong Kong Summer Fun” pada Juni-Agustus 2015 mendatang. Tak tanggung-tanggung, biaya promosi program ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

“Perkiraan biaya untuk keseluruhan kampanye ini sekitar HK$ 80 juta (Rp 136 miliar). Ini akan menjadi promosi terbesar HKTB dalam tahun-tahun terakhir ini,” jelas Ketua HKTB Dr Peter Lam.

Biaya sebesar HK$ 80 juta itu, imbuh Lam, terdiri dari anggaran HKTB sendiri sebesar HK$ 30 juta (Rp 51 miliar) untuk promosi wisata selama musim panas (summer) dan anggaran dari pemerintah Hong Kong HK$ 50 juta (Rp 85 miliar).

Selain anggaran promosi tersebut, HKTB menggelontorkan HK$ 403 juta (Rp 685 miliar) yang akan diberikan pada para turis yang datang ke Hong Kong berupa aneka hadiah langsung bagi siapa saja turis yang akan datang pada periode 15 Juni-31 Agustus 2015. Selain aneka hadiah langsung saat tiba di Bandara Internasional Hong Kong, turis juga berkesempatan mengikuti undian berhadiah 10 paket wisata mewah.

“Kami menyiapkan 2,4 juta item hadiah langsung. Sedangkan untuk yang undian, untuk 10 orang pemenang,” jelas staf HKTB yang ditemui di Mal Harbour City, Selasa (2/6/2015).

HKTB sendiri mengakui jumlah turis yang datang sempat drop pada Maret 2015 lalu, namun perlahan kembali tumbuh pada April 2015. Penurunan jumlah turis ini, karena kondisi perekonomian di Eropa yang sedang lesu.

“Kami mengincar pasar Asia yang sedang bertumbuh, terutama ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand. Juga Jepang dan Taiwan,” jelas staf HKTB tersebut.

China daratan sendiri, imbuh dia, masih menjadi pasar nomor wahid pariwisata Hong Kong. Namun, Hong Kong ingin mempertahankan pasar internasionalnya.

“China (daratan) tetap nomor satu bagi kami, namun sangat penting bagi kami mempertahankan Hong Kong sebagai tujuan wisata internasional. Kami tidak bisa tergantung dari market China, Hong Kong adalah wilayah yang kosmopolitan dengan pengunjung dari berbagai belahan dunia,” jelasnya.

Dari pandangan warga Hong Kong sendiri, turis China daratan agak berkurang ke Hong Kong setelah pemerintah China memperketat izin visa untuk masuk ke Hong Kong.

Ya, meski di bawah negara yang sama, warga China daratan butuh visa untuk masuk ke Hong Kong. Pasalnya, warga China daratan senang pergi ke Hong Kong karena barang-barang bermerk di Hong Kong tidak dikenai pajak, sehingga harganya bisa jauh lebih murah dibanding di China daratan.

“Orang Shenzen (kota metropolitan di China daratan yang berbatasan langsung dengan Hong Kong) sendiri sebelum izin visa diperketat bisa tiap hari datang ke Hong Kong. Sekarang visa ke Hong Kong untuk warga China bahkan diberikan kuota hingga tingkat desa, tergantung proporsi penduduknya,” jelas Carolus Chui, warga Hong Kong yang ditemui Selasa kemarin.

Imbas dari mobilisasi yang kerap ke Hong Kong itu, banyak warga China daratan yang menghabiskan uangnya untuk berbelanja, memberikan pemasukan bagi wilayah otonomi bekas jajahan Inggris ini. Maka, selain memperketat izin visa ke Hong Kong, pemerintah China kini hendak menekan pajak barang mewah untuk produk-produk fashion bermerk.

“Supaya warga China bisa membeli barang bermerk di wilayah mereka sendiri dan tak perlu keluar,”

Sumber: http://finance.detik.com/