PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Euro Ditetapkan untuk Penurunan dalam 7 Minggu Jelang Rilis Data Inflasi

Euro ditetapkan untuk penurunan dalam tujuh minggu, terpanjang dalam lebih dari satu dekade, pasca ekonom memperkirakan laporan hari ini akan mengindikasikan kenaikan data harga konsumen di wilayah ini melambat dalam bulan ini.
Euro menuju penurunan dalam bulan ini dibandingkan semua kecuali satu dari 16 mata uang utama sebelum pejabat Bank Sentral Eropa berkumpul pada 4 September mendatang. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada 22 Agustus lalu bahwa ekspektasi inflasi di kawasan euro telah turun, memicu spekulasi bahwa para pembuat kebijakan akan menambah stimulus moneter. Yen diperdagangkan 0,2 persen dari tertinggi satu minggu pasca meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina mendorong permintaan untuk haven. Dolar Selandia Baru turun setelah kepercayaan bisnis di kawasan tersebut turun.
Euro sedikit berubah di level $ 1,3164 pada pukul 07:38 pagi di London. Euro turun 0,6 persen dalam minggu ini, ditetapkan untuk penurunan mingguan terpanjang sejak Desember 1999. Dan euro telah kehilangan 1,7 persen sejak 31 Juli, siap untuk penurunan bulanan kedua.
Yen stabil di 103,78 per dolar dari kemarin, ketika menyentuh level 103,56, level terkuat sejak 22 Agustus. Yen telah naik 0,2 persen dalam minggu ini. Mata uang Jepang diperdagangkan di level 136,63 per euro dari 136,73 di New York, dan siap untuk kenaikan 0,7 persen minggu ini.
Pasar saham AS akan ditutup pada tanggal 1 September untuk memperingati Hari Buruh.

Sumber : Bloomberg