PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Fahri Hamzah Tak Percaya Ekonomi RI Melambat | PT Rifan Financindo

f0eb7e3a-b3ce-4403-b8cb-5cce5891f5b9_169

Jakarta, RifanFinancindo – Polemik kelesuan ekonomi masih bergulir. Ada pihak yang sepakat bahwa konsumsi masyarakat melemah dan ada pula yang meyakini bahwa perekonomian masih dalam keadaan yang sehat.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku berada di pihak yang tidak percaya adanya perlambatan ekonomi. Menurutnya data melemahnya konsumsi masyarakat tidak komperhensif, lantaran belum adanya sistem yang mampu membaca pergeseran gaya hidup masyarakat.

“Isu perlambatan ekonomi karena ketidakakuratan kita membaca lifestyle. Ada yang bilang ini peralihan konsumsi manual ke digital,” tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut Fahri, penurunan konsumsi masyarakat memang masih misterius. Sebab juga belum ada yang bisa membuktikan bahwa memang benar terjadi peralihan gaya konsumi menjadi online. Oleh karena itu, Fahri berharap pemerintah bisa melacak lebih detil kondisi mikro ekonomi Indonesia.

“Para ekonom terus meyakinkan kita makro ekonomi kita baik. Tapi melacak prilaku neraca rumah tangga 250 juta itu kita harus bangun yang akurat. Menurun apakah karena berkembangnya sektor digital atau tidak,” tukasnya.

Sementara Kepala BPS Suharyanto menambahkan, memang untuk saat ini melacak konsumsi masyarakat yang berbelanja secara online masih sangat sulit. Sebab e-commerce saat ini terbagi menjadi dua yakni formal dan informal.

“Kalau formal itu Lazada, Tokopedia dan lain-lain. Nah yang informal itu yang jualan lewat media sosial seperti Instagram atau Facebook, itu tinggi juga,” tukasnya.

Selain konsumsi, pemerintah juga harus mempercepat investasi. Khususnya dari swasta, karena dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas.

BI menetapkan rasio LTV untuk kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah pertama 15%. Sedangkan untuk rumah kedua 20% dan rumah ketiga 25%.

Pada Juni 2017 kredit properti tercatat Rp 746,8 triliun atau tumbuh 12,1% dibandingkan periode bulan sebelumnya 13,7%.

Jika dijabarkan, penyaluran KPR per Juni 2017 tercatat Rp 382,3 triliun. Kredit konstruksi Rp 232,6 triliun dan kredit real estate Rp 129,2 triliun.

 

 

PT Rifan Financindo Berjangka