PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Gagap itu Karena Perubahan di Sirkuit Otak | PT Rifan Financindo Berjangka

ab4a07f9-dc3a-4f71-a882-19ccd5355821_169

Jakarta, PT Rifan Financindo Berjangka – Banyak yang mengira gagap muncul karena dibatasi berbicara sejak kecil. Tetapi masih banyak yang tidak paham apa pemicu gagap sebenarnya dan mengapa ini bisa terjadi pada satu orang namun tidak pada lainnya.

Baru-baru ini pemicu gagap akhirnya diungkap oleh peneliti dari Children’s Hospital Los Angeles. Menurut mereka, ini ada kaitannya dengan kondisi sirkuit otak seseorang.

Hal ini terungkap dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap otak 47 partisipan anak dan 47 partisipan dewasa dengan alat khusus yang disebut ‘proton magnetic resonance spectroscopy’ (MRS). Sebagian partisipan memang mengalami gagap.

Faktanya, terjadi perubahan pada metabolisme sel di sirkuit otak, terutama yang berperan dalam mengatur kemampuan bicara. Sirkuit ini sendiri disebut sebagai ‘default-mode network’.

“Kepadatan jaringan (saraf) pada sirkuit ini nampaknya tidak berkembang dengan sempurna, yang kemudian diduga berada di balik kondisi gagap,” terang peneliti, Dr Bradley Peterson seperti dilaporkan CBS News.

Bahkan makin buruk perkembangan sirkuit otak ini, makin buruk pula kondisi gagap yang diperlihatkan seseorang.

Menanggapi studi ini, Jane Fraser, presiden The Stuttering Foundation of America mengatakan temuan tersebut memberikan wawasan baru tentang kegagapan.

Kebetulan sirkuit yang berperan di balik kondisi gagap juga terlibat dalam mengatur emosi seseorang. “Ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang mengatakan ada koneksi antara kegagapan dengan emosi, seperti gangguan kecemasan,” tuturnya.

Namun ia tidak sepakat dengan peneliti yang menggolongkan kegagapan sebagai contoh dari gangguan ‘neuropsikiatri’. Sebab menurutnya, gagap hanyalah gangguan biasa dalam tumbuh kembang seseorang.

Toh 8 dari 10 anak bisa sembuh dari kegagapan begitu beranjak dewasa. “Yang terpenting, intervensi dini harus dilakukan, dan bila anak Anda terkena gagap, jangan pasrah begitu saja sebab otak itu fleksibel jadi masih ada harapan,” pungkasnya.

id – rfbaxa

RifanFinancindo