PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Gara-gara WhatsApp, Rekening Bank Facebook Dibekukan; Facebook Rambah Bisnis Properti | PT Rifan Financindo Berjangka

0a038e99-6bd0-4a1e-b1e4-0abdc035b9fe_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Jaksa penuntut federal di Brazil membekukan rekening milik Facebook yang berisikan dana senilai USD 11,7 juta. Apa penyebabnya?

Pembekuan dana ini terkait dengan kasus investigasi kejahatan di mana pemerintah Brazil meminta WhatsApp memberikan sejumlah informasi dari salah seorang penggunanya. Namun perusahaan milik Facebook tersebut tidak mengindahkan perintah pengadilan itu.

Menurut pihak jaksa penuntut, pembekuan dana itu adalah bentuk denda akibat menolak mengikuti perintah pengadilan, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (28/7/2016).

Menurut Facebook, data pengguna yang diminta oleh pemerintah Brazil itu adalah tanggung jawab dari perusahaan penyedia internet dan telepon di Amerika Serikat dan Irlandia. Sehingga mereka membutuhkan kerja sama internasional untuk memberikan informasi tersebut.

Sikap Facebook dalam menolak perintah pengadilan itu dianggap sangat tak menghargai institusi Brazil, dalam hal ini pihak berwajib. Sampai saat ini pihak Facebook belum angkat bicara soal permasalahan pembekuan dananya ini.

Hubungan antara pemerintah Brazil dan WhatsApp memang tak harmonis belakangan ini. Sejak Desember 2015 lalu, layanan pengiriman pesan itu sudah 3 kali diblokir secara nasional oleh pemerintah Brazil.

Bahkan beberapa minggu lalu, seorang hakim di Rio de Janeiro memerintahkan operator lokal untuk memblokir layanan WhatsApp di seluruh Brazil sampai Facebook menuruti perintah pengadilan tersebut.

Keberadaan kantor pusat Facebook di Menlo Park, California, AS membuat harga rumah di kawasan tersebut melonjak, karena banyaknya karyawan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu yang mencari rumah di dekat dengan kantor.

Untuk itulah kini Facebook berencana merambah bisnis properti dengan membangun 1.500 unit rumah di kawasan Menlo Park, berdekatan dengan kantor pusatnya. Rumah-rumah itu nantinya akan dipasarkan ke publik.

Rencana pembangunan perumahan ini juga dilakukan karena Facebook akan memperluas kantor pusatnya itu, yang diikuti dengan perekrutan 6.500 karyawan baru.

Selain itu, 15% dari total rumah yang dijual itu akan diperuntukkan bagi keluarga-keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (27/6/2016).

“Facebook berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik. Kami mengerti kalau pertumbuhan kami berdampak pada kehidupan sehari-hari tetangga kami, dan kami ingin tetap menghormati mereka mengenai rencana ekspansi (kantor pusat) kami,” tulis Facebook dalam keterangannya.

Rencana Facebook ini didukung oleh pihak pemerintah daerah, dengan menyebut kalau hal ini menunjukkan niat Facebook dalam membantu menyelesaikan masalah kurangnya perumahan di daerah tersebut.

Meski begitu, mantan Walikota Menlo Park Steve Schmidt menyebut inisiatif Facebook ini masih sangat kurang jika dibandingkan pertumbuhan populasi di kawasan tersebut. Juga terus melejitnya harga rumah di situ, yang salah satunya juga disebabkan oleh kehadiran kantor pusat Facebook.

(id, Rifan Financindo)