PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Gara-Gara Yunani, Wall Street Gagal Cetak Rekor

Traders gather at the post where Alibaba Group Holding Ltd is traded on the floor of the New York Stock Exchange

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, namun turun dari level tertinggi sebelumnya karena solusi krisis utang Yunani yang belum jelas. Selain itu, saham energi yang melemah juga masih membebani pasar.
Sektor energi yang menjadi benchmark indeks S&P 500 terseret oleh penurunan terbesar harga minyak sejak April, setelah pedagang dikejutkan dengan laporan yang menunjukkan stok minyak mentah AS naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan.

Kepala bank sentral Zona Euro terus berusaha memberikan pendanaan ke Yunani, namun para pemberi pinjaman Yunani nampaknya sudah kehabisan uang tunai. Bank Sentral Yunani telah ditutup sejak Senin, menjelang referendum paket bailout yang ditawarkan oleh pemberi pinjaman internasional pekan lalu.

Kepala trader US Global Investors Inc, Michael Matousek, mengatakan harapan investor akan kesepakatan utang Yunani, yang sebelumnya telah membantu mendorong rally, surut di tengah perdagangan.

“Sampai itu semua dikatakan dan dilakukan, mereka hanya berebut posisi bolak-balik. Proses negosiasi masih belum berakhir,” kata Matousek seperti dilansir dari Reuters, Kamis (2/7/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) 138,4 poin atau 0,79 persen ke 17.757,91, indeks S&P 500 naik 14,31 poin atau 0,69 persen ke 2.077,42, dan Nasdaq Composite (IXIC) melaju 26,26 poin atau 0,53 persen ke 5.013,12 .

Sektor energi di indeks The S&P (SPNY) turun 1,3 persen, dan menjadi sektor yang melemah. Data dari BATS Global Markets mencatat, sekira 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 7,4 miliar untuk lima sesi terakhir.

Sumber: http://economy.okezone.com/