PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Melatih si Kecil Tidur Sendiri | PT Rifan Financindo Berjangka

5318734f-a9e1-4362-8dca-88275e31efa4_43

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Menjadi hal yang lumrah jika anak tidur bersama dengan orang tuanya. Namun, pasti tiba waktunya di mana anak sebaiknya sudah dilatih untuk tidur di kamarnya sendiri, jika memang kondisi rumah memungkinkan bagi anak memiliki kamarnya sendiri. Di usia berapa hal itu dapat dilakukan?

Psikolog anak dan remaja dari RaQQi – Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan melatih anak tidur di kamarnya sendiri sebaiknya dilakukan saat si kecil berusia 2 tahun. Namun, lakukan latihan itu secara berkala. Misalnya saja tidur di kasur terpisah dengan orang tuanya, baru setelah itu, anak tidur di ruangan terpisah alias di kamarnya sendiri.

“Orang tua juga perlu konsisten kalau itu memang kamar anak sehingga beri anak kebebasan untuk mendekorasi kamarnya, mengatur letak barang-barang, jadi anak punya privasi. Selain itu, pastikan juga ayah dan ibunya masib ada di dekat dia dan bisa diparani kalau memang ada apa-apa,” tutur Ratih.

“Intinya, orang tua juga harus tega membiarkan anaknya tidur sendiri. Karena anak kan lihat gimana orang tuanya. Kalau orang tuanya tega, anak jadi percaya diri dan lebih berani,” lanjut Ratih saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Kemudian, jangan pernah menakuti anak. Jika seperti itu, malah anak ogah untuk tidur di kamarnya sendiri. Jika anak belum siap tidur di kamarnya sendiri, ada tanda yang bisa ia tunjukkan. Dikatakan Ratih, tiap malam anak masih sering ke kamar orang tuanya. Jika seperti itu, diusahakan pelan-pelan dalam seminggu, selama beberapa hari ada waktunya anak tidur sendiri.

Jika dipaksakan tidur sendiri padahal anak masih belum siap, termasuk ketika ia ditolak oleh orang tuanya untuk tidur bersama, anak bisa merasa disingkirkan. Maka dari itu, agar anak bisa lebih siap, menurut Ratih orang tua perlu memastikan bahwa meskipun anak tidur terpisah, tapi ayah dan ibunya masih tetap ada untuk dia.

Lantas, apa efeknya ketika anak masih tidur bersama orang tuanya meski mereka sudah besar? “Mereka jadi nggak ada batasan. Padahal anak juga harus punya privasi. Akibatnya kemandirian sosial sama emosional anak tidak berkembang karena mereka didampingi terus,” kata pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Bagi anak yang hendak tidur sekamar dengan saudaranya, menurut Ratih tak masalah jika jenis kelamin mereka sama. Tapi, jika si kakak dan adik berbeda jenis kelamin, maka sejak awal kamar mereka sudah harus terpisah.

(id, RifanFinancindo)