PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Hantu Fake GPS yang Kerap Jadi Momok Grab | PT RFB

SULIS

Jakarta, RifanFinancindo – Fake GPS menjadi sarana 7 driver Grab di Makassar, Sulawesi Selatan yang ditangkap polisi karena melakukan pengantaran penumpang fiktif. Memang sudah cukup lama Fake GPS memusingkan penyedia layanan transportasi online seperti Grab.

Aplikasi Fake GPS yang bisa di-download bebas memang cukup membantu untuk mengelabui posisi seseorang. Ketika dipakai, penggunanya dapat membuat lokasi seolah-olah berada di tempat yang telah ditentukan. Padahal tidak demikian kenyataannya.

Fake GPS mulai populer saat menjamurnya media sosial. Kala itu pengguna banyak memakainya untuk meng-update lokasi palsu di akunnya.

Lalu berlanjut ketika demam game Pokemon Go terjadi. Banyak gamer menggunakan aplikasi ini untuk berburu monster dan menguasai gym.

Pada perkembangannya, sejumlah pengemudi ojek online turut menggunakan Fake GPS. Tujuannya untuk mengakali aplikasi agar mempermudah untuk mendapatkan order.

Tapi praktik ini dilarang keras di sejumlah perusahaan penyedia layanan ojek online. Modus Fake GPS pun sudah lama diharamkan oleh mereka, bahkan beberapa pelakunya dinonaktifkan permanen.

“Kami tidak mentolerir penggunaan fake GPS maupun fake booking. Karena itu sangat merugikan,” kata Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Ridzki, penggunaan Fake GPS merugikan tidak saja penumpang, tapi juga mitra pengemudi lainnya. Penumpang jadi lama menunggu, sementara mitra driver yang berada di dekat lokasi konsumen tidak mendapatkan order.

“Jika ada yang menggunakan fake GPS akan langsung ketahuan. Sehingga kami dapat langsung memberikan sanksi ke pada mitra yang berbuat kecurangan,” sebut Ridzki.

Kini Grab bertindak lebih tegas dengan menggandeng aparat. Hasilnya, 7 driver Grab di Sulsel dibekuk karena mengantar penumpang fiktif. Rencananya, razia driver yang melakukan hal serupa akan dilanjutkan ke kota-kota lain.

“Kalau yang terungkap Grab sendiri sudah beberapa. Ke depannya bisa kota-kota lain bisa menyusul supaya tidak ada lagi kecurangan-kecurangan yang dilakukan dan merugikan mitra pengemudi lain,” ujar Ridzki kepada detikcom.

sumber: detik

id – PT Rifan Financindo Berjangka