PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Harga Komoditas Anjlok, Ekonomi RI Maksimal 5,4%

2014410Pertumbuhan-ekonomi780x390

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Banyak yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tidak akan mencapai asumsi sesuai APBN-Perubahan yang dipatok 5,7 persen. Bahkan, tidak sedikit berbagai pihak memproyeksi pertumbuhan ekonomi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dibawah 5 persen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) Mirza Adityaswara enggan berkomentar mengenai hal tersebut. Namun, dirinya mengungkapkan beberapa alasan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini cukup sulit mencapai target sesuai APBN-P 2015

Menurut Mirza, hal ini dikarenakan faktor eksternal yang lemah, sehingga membuat lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lantaran Indonesia ketergantungan terhadap komoditas tambang dan perkebunan cukup besar.

“Sekitar hampir 50 persen dari ekspor nonmigas kita kan dari komoditas. Jadi dengan jatuhnya batu bara, kan harga batu bara dan kelapa sawit jatuh 50 persen, harga karet juga jatuh 70 persen, harga nikel dan semuanya,” ucap Mirza di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Mirza menambahkan, dengan melemahnya harga komoditas yang menjadi andalan ekspor non-migas Indonesia membuat pelemahan pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah berbasis komoditas.

“Jadi kalau dulunya orang-orang di Sumatera, Kalimantan juga banyak membeli barang di Jawa, sekarang juga turun. Jadi Jawa melambat. Jadi faktor ekternal besar sekali,” tegasnya.

Sementara itu, sektor konsumsi rumah tangga yang sebelumnya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh dari melemahnya harga komoditas.

“Ya itu jadi pengaruh,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,4 persen. Angka ini memang lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi Presiden Jokowi.

“BI masih range 5,4-5,8 persen. Tapi memang saat ini dengan melihat pelemahan ekonomi dunia, kita masih melihat di arah 5,4 persen,” tukasnya.

Sumber: http://economy.okezone.com/