PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Harga minyak ditutup di level Tertinggi, Emas sedikit lebih tinggi | PT Rifan Financindo Berjangka

emas-i

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Emas berjangka ditutup lebih tinggi pada hari Senin, mendapatkan kembali sedikit gain yang hilang pekan lalu, meskipun tetap berada di bawah level kunci $ 1.350 per ounce.

Pelemahan ICE U.S. dolar pada hari Senin membantu memberikan dukungan untuk harga emas dalam mata uang dolar menjelang rilis laporan pertemuan Federal Reserve pertemuan minggu ini, yang dapat menawarkan petunjuk lebih ;anjut tentang langkah berikutnya bank sentral pada suku bunga.

Emas Desember naik $ 4,30, atau 0,3%, untuk menetap di level $ 1,347.50 per ounce. Pada hari Jumat, emas menetap di level $ 1,343.20 per ounce, turun hanya di bawah 0,1% untuk minggu ini seiring investor menunjukkan kehati-hatian mereka setelah harga gagal untuk mempertahankan pijakan di atas level $ 1.350 per ounce. Emas telah jatuh sebanyak empat kali dari lima minggu terakhir.

Adapun perkembangan suku bunga berikutnya, rilis laporan pertemuan terbaru Fed hari Rabu nanti dapat memberikan beberapa petunjuk tentang perubahan kebijakan moneter yang biasanya menggerakan harga emas..

Logam mulia cenderung menjadi lebih menarik untuk dibeli dalam iklim suku bunga rendah, sedangkan prospek kenaikan suku membuat asset non-yielding seperti emas dan perak menjadikurang menarik bagi investor yang akan mengejar hasil yang lebih tinggi di tempat lain, termasuk di saham.

Minyak berjangka naik pada hari Senin seiring taruhan bahwa penurunan berkepanjangan harga mungkin mendorong produsen utama untuk mempertimbangkan kembali pembatasan produksi secara kolektif mengangkat harga ke level tertinggi dalam sebulan.

Harga minyak ditutup di level tertinggi sejak 20 Juli pada hari Senin seiring Rusia dilaporkan mengatakan ketersediaannya untuk membatasi produksi bersama dengan produsen minyak mentah lainnya jika diperlukan. Komentar itu memberikan harapan bahwa produsen utama mungkin setuju untuk membekukan output pada pertemuan informal yang dijadwalkan dilakukan bulan depan. Minyak mentah WTI September naik $ 1.25, atau 2,8%, untuk menetap di level $ 45,74 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga kembali menemukan dukungan sejak Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pekan lalu mengisyaratkan negaranya terbuka untuk langkah-langkah menstabilkan pasar, yang telah terjebak dalam kelebihan stok selama dua tahun. Arab Saudi, yang merupakan produsen terbesar di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, secara historis dianggap sebagai pemimpin de facto kartel minyak.

Pada hari Senin, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan negaranya sedang berkonsultasi dengan Saudi dan produsen lainnya untuk bersama-sama membatasi produksi “jika diperlukan,” menurut surat kabar Arab Asharq al-Awsat. Para anggota OPEC dijadwalkan untuk bertemu pada pertemuan informal akhir bulan depan.

(id, RifanFinancindo)