PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Harga Minyak Kembali Naik Dipicu Pelemahan Dolar

harga-minyak-kembali-naik-dipicu-pelemahan-dolar-p6DSdwikZd

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak global naik setelah mendapat dorongan dari dolar yang lebih lemah karena para pedagang menunggu laporan persediaan minyak mentah terbaru Amerika Serikat.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2015), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik 1,50 dolar AS menjadi ditutup pada 60,75 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan minyak dunia, maju menjadi menetap di 66,86 dolar AS per barel di perdagangan London, naik 1,95 dolar AS dari penutupan Senin.

Kedua kontrak telah merosot pada Senin karena berlanjutnya kekhawatiran kelebihan pasokan global.

“Harga minyak mentah berbalik naik (rebound) kuat … didukung oleh dolar AS yang lebih lemah, sementara investor tetap berhati-hati menjelang rilis laporan persediaan minyak mingguan,” kata analis broker Sucden, Myrto Sokou.

Dolar diperdagangkan terhadap euro di 1,1221 dolar pada sore hari, turun dari 1,1154 dolar pada Senin sore di tengah aksi jual di pasar obligasi global. Sebuah greenback yang lemah cenderung membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti minyak mentah lebih menarik bagi pembeli.

Pasar minyak menunggu laporan mingguan pada Rabu tentang persediaan minyak AS dari Departemen Energi AS (DoE) untuk petunjuk tentang permintaan di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu.

Pekan lalu, DoE secara tak terduga melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah komersial dalam 16 minggu, tetapi stok yang masih di 487,0 juta barel, tetap pada tingkat tertinggi pada catatan sepanjang tahun ini.

Para analis memperkirakan penurunan lagi dalam laporan Rabu, dengan konsensus memperkirakan penurunan 500.000 barel dalam pekan yang berakhir 8 Mei, menurut survei Bloomberg News.

Selain itu harga minyak juga naik karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkatkan proyeksi permintaan dalam laporan bulanannya.

Permintaan minyak dunia pada 2015 kini diproyeksikan meningkat sedikit lebih tinggi 1,18 juta barel per hari, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,96 juta barel per hari pada tahun sebelumnya, kata OPEC dalam laporan yang dirilis, Selasa.

Revisi sedikit naik ke angka pertumbuhan 2015, terutama mencerminkan sedikit kenaikan dalam persyaratan minyak di OECD Amerika.

Permintaan minyak mentah OPEC pada 2015 diperkirakan pada 29,3 juta barel per hari. Ini menyusul sedikit penyesuaian naik dari bulan sebelumnya dan merupakan kenaikan 0,3 juta barel per hari atas perkiraan untuk 2014 di 29,0 juta barel per hari.

Pada April, produksi minyak mentah OPEC meningkat marjinal 18 juta barel per hari menjadi rata-rata 30,84 juta barel per hari.

Pertumbuhan pasokan minyak non-OPEC pada 2015 diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,68 juta barel per hari, dibandingkan dengan peningkatan 2,17 juta barel per hari pada tahun sebelumnya.

Ketegangan geopolitik di Yaman juga membantu mendukung harga minyak. Yaman berbatasan dengan produsen minyak utama Arab Saudi. Kekhawatiran geopolitik Yaman membayangi dampak negatif dari kelebihan pasokan global.

Sumber: http://economy.okezone.com/