PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Huawei MateBook Jadi Penanda Era Business 3.0

Huawei MateBook Jadi Penanda Era Business 3.0
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka?- Bagi Huawei, kehadiran perangkat 2-in-1 MateBook telah menjadi penanda sebuah era baru di industri komputasi personal global. Richard Yu, CEO of Huawei Consumer Business Group, menyebutnya sebagai era Business 3.0.
Menurutnya, Business 1.0 ditandai lahirnya PC. Selanjutnya, era Business 2.0 ketika laptop hadir. Dan kini, era Business 3.0. yang menggabungkan semua kebutuhan komputasi yang ringan, namun tetap elegan dan perkasa.

Sebelum merilis MateBook, Huawei melakukan berbagai persiapan. Mulai dengan mencermati data Gartner dan IDC, yang menyebutkan bahwa pertumbuhan 2-in-1 device terus meningkat.

Data itu menunjukkan perangkat semacam ini telah menggerogoti notebook secara terus menerus. “Huawei juga bikin riset. Kami melakukannya di enam negara dengan lebih dari 1.800 orang sebagai responden,” kata Richard dalam peluncuran di sela MWC 2016, Barcelona.

Hasilnya meyebutkan bahwa mereka umumnya menyukai produk yang fashionable, on-the-go dan multitasking. Di samping itu, konsumen juga ingin produk yang desainnya keren, daya tahan baterainya lebih lama, pun performanya lebih prima.

Singkat kata kemudian lahirlah MateBook yang sangat tipis dengan kerampingan 6,9 mm saja. Pengalaman menggarap smartphone dijadikan rujukan, khususnya untuk desain dan pemilihan material aluminium yang ringan. Mate Book juga mengakomodir kebutuhan pengguna yang rewel dengan layar berukuran 10 inch umumnya tablet.

Maka Huawei memilih ukuran layar diagonal 12 inch. Bezelnya dibuat kian tipis, hanya 10 mm saja. Seri ini dibangun oleh delapan lapis, berupa komponen yang sangat tipis. Maka tak heran jika bisa menembus bobot yang kian ringan, cuma 640 gram. Bandingkan dengan iPad Pro (713 gram), apalagi Surface Pro 4 yang paling berat (766 gram).

Penggunaan delapan layer itu juga membuat seri ini tak lekas panas. Sementara pengalaman di manufaktur smartphone itu juga melahirkan gagasan mengemas beberapa ide brilian. Misalnya, charger yang biasanya besar, oleh Huawei demi memberi nilai lebih lantas dikemas kecil seukuran battery charger smartphone dengan colokan micro USB.

Gebrakan lain yang boleh diacungi jempol adalah peggunaan finger print sensor untuk mengunci perangkat. Unggulnya, Huawei meletakkan di samping, sementara smartphone saja biasanya menaruhnya di tombol Home di bawah layar.

Ini merupakan terobosan yang bisa jadi akan ditiru oleh vendor lain. Dengan satu sentuhan (single touch), maka layar pun segera aktif. Huawei juga menambahkan earhone (headset) sebagai paket pembelian. Desainnya cukup keren dan elegan. Dilengkapi pula dengan active noise cancellation.

Sumber:?http://inet.detik.com/