PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

ICP US$ 40/Barel, Penerimaan Negara Naik Jadi Rp 1.786 T

9dc871a1-4b18-421d-90fd-5fb6d24ac87c

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 (APBN-P) kembali dilanjutkan pada hari ini. Materinya adalah terkait dengan postur anggaran yang merupakan hasil pembahasan panitia kerja A.

Pimpinan rapat adalah Ketua Banggar Kahar Muzakir dan dihadiri 40 anggota dari 9 fraksi yang artinya memenuhi ketentuan pengambilan keputusan.

Dari pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo,

Dalam rapat ini disampaikan perubahan yang terjadi dari pengajuan APBN-P seperti pertumbuhan ekonomi yang menjadi 5,2% dari 5,3% dan asumsi harga minyak dunia US$ 40 per barel naik dari yang sebelumnya US$ 35 per barel serta produksi minyak 820.000 barel per hari dari sebelumnya 810.000 barel per hari.

“Indonesia Crude Price (ICP) disepakati menjadi US$ 40 per barel,” ungkap Bambang dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Pada sisi lain, cost recovery diturunkan menjadi US$ 8 miliar dari yang sebelumnya US$ 11 miliar. Hal ini mengakibatkan peningkatan pajak penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi dari Rp 24,3 triliun menjadi Rp 36,3 triliun

“Untuk PPh migas naik Rp 12,1 triliun, sehingga mendorong kenaikan penerimaan perpajakan menjadi Rp 1.539,2 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami peningkatan sebesar Rp 39,7 triliun menjadi Rp 245,1 triliun. Komponen terbesar datang dari penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) migas yang sebesar Rp 68,7 triliun.

“Dengan demikian total penerimaan negara menjadi Rp 1.786,2 triliun atau naik Rp 51,7 triliun dari APBN-P yang diajukan,” tukasnya.

 

Sumber: Detik