PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Ingat Ya, Tak Perlu Minum Suplemen Agar ASI Jadi ‘Kental’ | PT Rifan Financindo Berjangka

a798adea-7a82-4c26-b470-d811c25ad579_43

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Masih banyak ibu-ibu menyusui yang menganggap bahwa ASI kental merupakan sumber nutrisi paling baik bagi bayinya. Karena itu berbagai cara pun dilakukan untuk mendapatkannya. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi suplemen.

Faktanya menurut konselor laktasi RS Hermina Bekasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC atau dr Sylvi, ASI kental yang dimaksud sebenarnya adalah ASI yang keluar belakangan atau sering disebut juga ASI akhir (hindmilk).

Dibandingkan ASI yang keluar awal atau foremilk, ASI akhir ini memiliki warna yang lebih putih atau kuning gelap dan bertekstur lebih kental karena kandungan lemaknya yang banyak. Sementara ASI awal umumnya agak lebih bening dan encer. Sebagian besar ibu menyusui menganggap ASI akhir lebih bergizi karena perbedaan warna tersebut.

Baca juga: Tubuh Menggigil dan Payudara Nyeri Luar Biasa karena Telat Memerah ASI

“Lemak yang dikandung ASI akhir memang akan memberi banyak energi. Tapi ASI awal juga tak kalah penting, ia mengandung banyak protein, laktosa, dan zat-zat gizi lainnya, serta air yang banyak. Karena itu bayi sebaiknya dibiarkan melanjutkan sampai mendapatkan semua yang dia butuhkan,” tutur dr Sylvi kepada detikHealth.

Perubahan kekentalan ASI dari awal hingga akhir, dikatakan oleh dr Sylvi memiliki proses dan tidak terjadi seketika. Dalam proses tersebut, kandungan lemak dalam ASI meningkat sedikit demi sedikit. Nah, perubahan kandungan ini yang kadang berbeda-beda pada setiap ibu, sehingga tidak bisa dipastikan dan seringkali tidak jelas.

Namun yang pasti, setiap ibu pasti memproduksi ASI awal dan akhir, hanya saja bayi harus dibiarkan menyusu sampai benar-benar selesai. Ini supaya bayi mendapatkan semua yang dia butuhkan dan melepaskan sendiri dari payudara ibu.

“Iya, jadi penggunaan suplemen ASI tidak berhubungan dengan kekentalan ASI. Kalau untuk ASI perah, perubahan biasanya disebabkan karena proses penyimpanan, bukan karena komposisi foremilk dan hindmilknya,” terang dr Sylvi.

(id, RifanFinancindo)