PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Inggris Pilih Keluar dari Uni Eropa, Jerman: Ini Hari Menyedihkan Bagi Eropa

592b4edc-506e-4f73-bcfe-6ca26568ec6b_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Referendum Brexit atau Inggris keluar dari Uni Eropa telah selesai digelar. Meski masih menunggu pengumuman resmi, namun hasil penghitungan suara menunjukkan kemenangan diraih oleh kubu yang menginginkan Inggris bercerai dari Uni Eropa.

Para pejabat Uni Eropa bereaksi atas hasil ini. Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa tersebut menandai hari menyedihkan bagi Eropa.

“Kabar dari Inggris ini benar-benar serius. Sepertinya ini hari yang menyedihkan bagi Eropa dan Inggris,” ujar Steinmeier dalam postingannya di akun Twitter resminya seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (24/6/2016).

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault. Dikatakannya, dirinya bersedih untuk Inggris setelah melihat hasil refendum Brexit adalah warga Inggris memilih keluar dari Uni Eropa.

Ditambahkan Ayrault, Eropa harus bereaksi atas hasil referendum ini.

“Eropa akan terus namun Eropa harus bereaksi dan mengembalikan kepercayaan warganya. Ini mendesak,” imbuh pejabat tinggi Prancis itu.

Sejauh ini kubu yang memilih keluar dari Uni Eropa mengungguli mereka yang ingin tetap di dalam Uni Eropa. Media-media nasional Inggris pun telah menyimpulkan hasil akhir referendum adalah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pemungutan suara telah selesai digelar di 380 wilayah yang ada di seluruh Inggris, Wales dan Skotlandia. Ditambah dua wilayah yang ada di Irlandia Utara dan juga Gibraltar yang terletak di pantai selatan Spanyol. Dengan demikian, total ada 382 area pemungutan suara, yang masing-masing mengumumkan hasilnya secara bertahap.

Hasil akhir referendum ini akan diumumkan Manchester Town Hall, Inggris bagian utara, setelah 382 wilayah itu mengumumkan hasil secara resmi. Diperkirakan hasil akhir bisa diketahui pada Jumat (24/6) pagi waktu Inggris. Jakarta terpaut perbedaan waktu 6 jam lebih cepat dari London, Inggris.

Inggris sendiri bergabung dengan Uni Eropa sejak tahun 1973 silam. Namun pada praktiknya, banyak yang merasakan manfaat Uni Eropa tidak banyak bagi Inggris dan Uni Eropa malah dianggap membebani Inggris. Referendum semacam ini pernah digelar pada tahun 1975 dan hasilnya memutuskan Inggris tetap di Uni Eropa. Untuk referendum tahun ini, Perdana Menteri David Cameron telah berjanji akan menggelar referendum jika dia memenangi pemilu tahun 2015 lalu, yang merupakan periode keduanya sebagai PM Inggris.

Sumber: Detik