PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

ISIS Klaim Teror London, Status Inggris Kritis | PT Rifan Financindo

15ea0dc5-f0b4-47f4-96f9-97c11a50183d_169

Jakarta, RifanFinancindo – Kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi di salah satu kereta bawah tanah London. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan pemerintah meningkatkan status kewaspadaan teror dari “parah” ke “kritis” menyusul ledakan

Tingkat ancaman teror kritis berarti serangan lanjutan dianggap kemungkinan besar terjadi.

“Publik bakal melihat lebih banyak polisi bersenjata di jaringan transportasi dan jalanan, menyediakan perlindungan ekstra. Ini langkah proporsional dan masuk akal yang memberikan kepastian dan perlindungan ekstra sementara penyelidikan berjalan,” kata May.

Polisi masih terus memburu pelaku dalam insiden yang telah dinyatakan sebagai aksi serangan teror ini.

“Ancaman terorisme yang kita hadapi memang parah, tapi bersama, bekerja sama, kita bisa mengalahkan mereka,” kata May.

Dia meminta warga melanjutkan kehidupannya sehar-hari seperti biasa. Namun, ia juga mengimbau agar tetap waspada.

Setidaknya 29 orang terluka akibat ledakan tersebut. Menurut Layanan Ambulans London yang membawa 19 di antara para korban tersebut, luka yang mereka derita tidak serius atau mengancam nyawa.

Sementara 10 orang lainnya pergi ke rumah sakit sendiri.

Kebanyakan luka yang diderita para korban tampaknya berasal dari luka bakar kilat, kata otoritas setempat.

Hingga kini belum ada satupun tersangka yang ditangkap. Sementara itu, melalui media propagandanya yang dikutip CNN, ISIS menyatakan bahwa sebuah “detasemen” dari kelompok teror itu adalah pihak yang bertanggung jawab atas ledakan, meski tidak memberikan bukti.

Mark Rowley, asisten komisioner Kepolisian Metropolitan London, menyatakan ISIS memang biasa mengklaim “keadaan seperti ini” meski belum tentu benar-benar terlibat.

Insiden yang menyebabkan 29 orang terluka itu segera dideklarasikan otoritas Inggris sebagai serangan teroris.

Kepolisian menyebut ledakan itu berasal dari sebuah bom rakitan, meski bahan peledak itu pada akhirnya dikabarkan tidak meledak secara sempurna.

Meski serangan telah diklaim oleh ISIS, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengatakan sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya campur tangan kelompok teroris tersebut dalam insiden ini.

Merespons insiden itu, Perdana Menteri Theresa May menempatkan Inggris pada tingkat keamanan “kritis” yang membuka kemungkinan akan ada serangan lainnya.

Inggris telah mengerahkan ratusan tentara dan polisi bersenjata lengkap di sejumlah tempat-tempat publik untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya serangan lain.

 

sumber: cnnindonesia

id – PT Rifan Financindo Berjangka