PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Jadi Bank Penampung Dana Tax Amnesty, Bukopin Sosialisasi di 10 Kota | PT Rifan Financindo Berjangka

1fb26f67-a8f9-4b73-adc4-6920924e5b23_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Bank Bukopin menjadi salah satu bank penampung dana repatriasi tax amnesty. Direktur Keuangan & Perencanaan Bank Bukopin Eko R. Gindo mengatakan, perseroan telah melakukan sosialisasi ke 10 kota besar yang dan tinggal menunggu undangan dari pemerintah terkait penandatanganan kontrak sebagai bank persepsi.

“Tax amnesty, kami sudah menyatakan surat sanggup untuk menjadi bank persepsi. Mungkin ada situasi yang berkembang karena ada pergantian menteri minggu lalu. Jadi harusnya kami sudah diundang untuk menandatangani penunjukan. Tapi sampai sekarang belum. Mungkin minggu ini. Dan kami sudah sosialisasi di 10 kota besar di Indonesia,” katanya pada acara Institutional Investor Day di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/8/2016).

Mengenai target penerimaan sebagai bank persepsi tax amnesty, Eko mengatakan adanya potensi penerimaan sebesar Rp 20 triliun yang akan diperoleh oleh Bank Bukopin.

“Target sebenarnya tidak ada. Tapi berdasarkan identifikasi potensial yang kami lakukan, potensial dari tax amnesty yang dilakukan sekitar 20 triliun. Itu sudah gabungan deklarasi, repatriasi, dan domestik,” tandasnya.

PT Bank Bukopin Tbk sendiri telah mencatatkan laba bersih perseroan selama semester I 2016 sebesar Rp 581 miliar, atau meningkat 14,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga Perseroan sebesar 16,28% (yoy) menjadi Rp 4,6 triliun, sementara pendapatan operasional lain perseroan juga tumbuh 15,79% menjadi Rp 667 miliar.

Kenaikan pendapatan bunga Perseroan terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat 20,72% menjadi Rp 70,8 triliun dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 58,7 triliun. Direktur Keuangan & Perencanaan Bank Bukopin Eko R. Gindo mengatakan kontribusi terbesar pertumbuhan kredit berasal dari sektor retail, yaitu 65%.

“Kontribusi terbesar dari sektor retail, 65% dari total kredit. Sisanya adalah sektor komersial. Dari sektor retail, 43% adalah sektor UKM. 12,6% adalah sektor mikro (mayoritas kredit kepada pensiunan), 9,9% sektor consumer,” pungkas Eko.

Dengan pencapaian tersebut, hingga akhir semester I 2016, total aset Bank Bukopin mencapai Rp 97,1 triliun, meningkat 14,72%

(id, RifanFinancindo)