PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Kemendikbud Ungkap Permasalahan Kurikulum 2013

kemendikbud

Rifan Financindo Berjangka – Polemik Kurikulum 2013 kembali terjadi setelah Pemerintah melalui Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menghentikan kurikulum tersebut. Anies memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia untuk selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.
Dalam laman kemdikbud.go.id, Senin 8 Desember 2014, Anies memaparkan sejumlah alasan yang membuat dia memutuskan bahwa kurikulum 2013 harus dihentikan dan dikembalikan ke Kurikulum 2006. Menurut dia, tidak adanya kajian terhadap penerapan Kurikulum 2006 yang berujung pada kesimpulan urgensi perpindahan kepada Kurikulum 2013.
Anies pun menyebut, tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap uji coba penerapan Kurikulum 2013 setelah setahun penerapan di sekolah-sekolah yang ditunjuk. Kurikulum sudah diterapkan di seluruh sekolah di bulan Juli 2014, sementara instruksi untuk melakukan evaluasi baru dibuat 14 Oktober 2014, yaitu enam hari sebelum pelantikan presiden baru. (Peraturan Menteri no 159)
“Kurikulum 2013 diterapkan di seluruh sekolah sebelum dievaluasi kesesuaian antara ide, desain, dokumen hingga dampak kurikulum,” kata dia.
Bukan hanya itu, Anies pun menilai Kurikulum 2013 menggunakan metode penilaian yang sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa.
Hal ini juga disebabkan oleh ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpu pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.
Selain itu, ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan, pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan di ribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku. Berganti-gantinya regulasi kementerian juga menjadi salah satu penyebab revisi yang berulang.
Sumber : id.berita.yahoo.com