PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Kemenhub Angkut 2.900 Motor Pemudik dengan 71 Truk

e44bd1aa-f264-4c46-a0a8-443155ecee79_169

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menutup pendaftaran angkutan sepeda motor gratis untuk periode lebaran 2015. Selama satu bulan pendaftaran dibuka, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kebanjiran permintaan untuk mengirimkan 2.900 sepeda motor pemudik ke berbagai daerah tujuan dengan 71 truk.

Pemberangkatan pemilik sepeda motor sendiri akan dilaksanakan Selasa, (14/7) di lapangan parkir JIEXPO Kemayoran dengan menggunakan bus.

Pelepasan khusus angkutan sepeda motor gratis ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Joko Sasono di Kantor Perum Bulog Divre 1 Jl Perintis Kemerdekaan No 65 Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin,(13/7) pk 09:00.

Sepeda motor tersebut akan diantar menuju Solo 720 unit, Yogyakarta 500 unit, Kebumen 200 unit, Magelang 250 unit, Purwokerto 300 unit, Tegal 180 unit, Wonogiri 400 unit dan Wonosobo 250 unit.

Joko memperkirakan dengan diberangkatkannya sepeda motor pada Senin (13/7) ini, maka akan tiba bersamaan dengan kedatangan para pemiliknya ke daerah tujuan masing-masing sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri pada 17-18 Juli 2015.

Menurut Joko, pada 2015 ini pemerintah mengalokasikan dana antara Rp 10 miliar hingga Rp 50 miliar untuk mendukung program mudik gratis sepeda motor.

“Dengan tujuan masyarakat bisa tetap pulang mudik dengan selamat dan menekan angka kecelakaan di jalan raya,” ujarnya di kutip dari keterangan resmi, Senin (13/7).

Menurut Joko, program pemerintah untuk mengurangi jumlah pemudik yang melakukan perjalanan pulang kampung dengan sepeda motor akan terus dilakukan mengingat banyak korban kecelakaan di jalan selama musim lebaran adalah pengguna sepeda motor.

Karena itu sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan menggelar mudik gratis bagi masyarakat yang ingin mudik lebaran sekaligus berniat membawa motornya ke kampung halamannya. (gen)

Sumber:?http://www.cnnindonesia.com/ekonomi