PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Keterlaluan Jika Harga Ayam Terus Naik

\Keterlaluan Jika Harga Ayam Terus Naik\

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Penyuka ayam goreng, opor ayam, ataupun masakan lainnya yang terbuat dari daging ayam, tampaknya harus bersabar lebih ekstra untuk menunggu daging ayam kembali turun harganya.

Daging favorit hampir semua orang ini memang sulit sekali turun harganya sejak seminggu terakhir, dan ini membuat masyarakat tersiksa. Terutama golongan pedagang nasi di warteg, maupun para bandar ayam yang menyuplai ayam ke pasar-pasar.

Di Pasar Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2015) pekan lalu, misalnya daging ayam ini menembus harga Rp38 ribu/kg, sesuatu yang sangat jarang terjadi, bahkan pada saat Lebaran sekalipun. Ini membuat daging ayam yang dijual di kios milik Emah (46) menjadi tidak laku. Emah yang menggelar dagangannya sejak subuh, hingga pukul 09.00 WIB tidak mendapatkan satu pun pembeli.

?Kalaupun ada yang datang menawar hingga Rp35 ribu/kg, saya tidak mau menjual harga segitu, rugi dong dagangan saya,? katanya.

Emah sendiri tidak mengerti kenapa harga daging ayam ini terus meroket. Menurutnya, keterlaluan kalau harga daging ayam ini terus naik dan sulit turun dalam seminggu ke depan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon H Syarif mengungkapkan, permintaan akan daging ayam memang sedang melonjak tinggi.

?Faktor banyaknya hajatan yang digelar saat ini juga merupakan salah satu pemicunya, bayangkan saja ada berapa jumlah masyarakat yang menggelar hajatan seusai Lebaran kemarin. Mereka membeli daging ayam dengan partai besar dan dengan waktu yang hampir bersamaan, hukum pasar saat ini sedang berlaku. Banyak permintaan membuat stok menipis dan akhirnya membuat harga melonjak,? jelas Syarif.

Menurutnya, subtitusi dari daging sapi yang memang mengalami kenaikan harga beberapa waktu lalu ke daging ayam pun merupakan pemicu lainnya.

?Ini pun tidak bisa terhindarkan. Saya akui memang harganya melebihi saat Lebaran, tapi kami akan pantau terus harga daging ayam dari waktu ke waktu,? tuturnya.

Untuk operasi pasar khusus daging ayam, menurutnya, belum ada kebijakan dari Pemerintah Kota Cirebon terkait ini.

?Saya masih menunggu, tapi Senin lusa besok kami akan turun kembali ke delapan pasar tradisional. Kami akan mengecek perkembangan terbarunya pada Senin, sekaligus melaporkan kepada walikota. Nanti hasil dari laporan ini apakah beliau akan langsung menggelar operasi pasar atau tidak tergantung dari situasi Senin besok, apakah sudah turun atau belum harganya,? jelasnya.

Sumber:?http://economy.okezone.com/