PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Klaim Pengangguran di AS Naik 3.000 Menjadi 269.000 Minggu Lalu | PT Rifan Financindo Berjangka

f70f6f8fd536957428fde1caa8accfbd

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Jumlah orang Amerika yang melakukan pengajuan aplikasi untuk tunjangan pengangguran naik minggu lalu ke tingkat yang masih menunjukkan kesehatan di pasar tenaga kerja.

Klaim pengangguran naik 3.000 menjadi 269.000 dalam pekan yang berakhir pada 30 Juli, laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan hari Kamis di Washington. Perkiraan median dalam survei Bloomberg menyerukan angka sebesar 265.000. Sementara itu, klaim berkelanjutan menurun.

PHK yang berjumlah terbatas menunjukkan perusahaan mempertahankan karyawan di saat besarnya permintaan untuk pekerja terampil dan berpengalaman. Perbaikan lebih lanjut dalam pasar kerja akan menjadi penting dalam membantu menggerakkan pengeluaran konsumen, yang merupakan bagian terbesar dari ekonomi ?pada paruh kedua tahun ini.

“Pemecatan masih sangat rendah,” kata Ryan Sweet, seorang ekonom senior di Moody Analytics Inc di West Chester, Pennsylvania, sebelum laporan tersebut. “seiring dengan mengetatnya pasar kerja, kita akan melihat kenaikan pada upah.”

Untuk 74 minggu berturut-turut, angka untuk klaim pengangguran telah berada di bawah 300.000 yang para ekonom katakan merupakan tingkat yang biasanya konsisten dengan membaiknya pasar tenaga kerja. Itu merupakan rentetan terpanjang sejak 1973.

Tidak ada negara bagian atau wilayah AS yang memperkirakan klaim pengangguran pekan lalu, dan tidak ada yang tidak biasa dalam angka, menurut Departemen Tenaga Kerja.

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg untuk klaim pengangguran mingguan berkisar antara 250.000 sampai 279.000. Angka tersebut pada minggu sebelumnya telah direvisi menjadi 266,000.

Data klaim pengangguran dapat bervolatile pada bulan Juli seiring para pembuat mobil melakukan proses penutupan pabrik secara temporari untuk memperlengkapi kembali model baru tahunan mereka. Mengingat pengaruh peristiwa musiman seperti saat ini, ekonom cenderung berfokus pada rata-rata bulanan bergulir yang mengurangi efek dari fluktuasi mingguan.

(id, RifanFinancindo)