PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Larangan Motor di Jalan Protokol Pengaruhi Penjualan Motor? | Rifan Financindo

0abbfba2-1c15-43da-bbec-50acf001421f_169

Jakarta, RifanFinancindo – Sepeda motor akan dilarang melewati beberapa jalan protokol di Jakarta seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said. Apakah pembatasan motor di jalan protokol ini mempengaruhi penjualan sepeda motor?

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala, mengatakan memang pembatasan motor di jalan protokol itu tidak serta merta mempengaruhi penjualan motor. Sebab, larangan motor itu hanya sebatas di jalan-jalan utama.

“Kalau di daerah situ sih nggak terlalu pengaruh, karena di Jalan MH Thamrin kan juga sudah dilarang. Buktinya pembatasan motor di Thamrin juga nggak membawa dampak kok,” kata Sigit kepada detikOto.

Sebab, masyarakat memang masih membutuhkan alat transportasi, salah satunya dengan sepeda motor. Terlebih, daerah yang dilarang dilintasi sepeda motor itu hanya jalur utama, orang masih bisa mencari jalan alternatif lain.

“Tapi kalau seluruhnya diberlakukan (larangan sepeda motor) pasti pengaruh juga (terhadap penjualan motor). Cuma orang kalau mau ke mana-mana nggak ada kendaraan mau gimana, transportasi penggantinya sudah siap atau belum? Itu yang harus dipikirkan,” ujar Sigit.

Pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor sebentar lagi tak bisa melintas di jalan Sudirman. Aturan tersebut akan diterapkan pada pertengahan Oktober atau satu bulan setelah uji coba dan evaluasi.

Peneliti transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang mengatakan, agar masyarakat yang bekerja di sekitar jalan Sudirman tidak merasa dirugikan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Yang paling penting adalah menambah jumlah armada Busway atau Trans Jakarta,” sebut dia saat dihubungi detikFinance, Rabu (23/8/2017).

Dengan penambahan jumlah armada Trans Jakarta, sambung dia, maka headway alias jeda antar armada bisa lebih singkat. Ini sangat berpengaruh pada ketepatan waktu tiba para pekerja di kantornya masing-masing.

“Kalau sekarang, headway-nya itu bisa 15-30 menit sekali. Harusnya tiap 5 menit itu lewat. Jadi orang mau berangkat kerja enggak khawatir terlambat,” jelas dia.

sumber: Detik.com

PT Rifan Financindo Berjangka