PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Latar Belakang Kesedihan ‘Pamit’ Tulus | PT Rifan Financindo Berjangka

f4385dcd-43d4-47fa-8da3-d2219a97f7e3_11

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Ketika Tulus merilis ‘Pamit’ Februari kemarin, Teman Tulus (penggemarnya) dan pendengar musik langsung merasa terhubung. Ada kesedihan mendalam dari momen perpisahan.

Entah apa yang terjadi, kalaupun harus menerka-nerka ‘Pamit’ adalah cerita cinta si penyanyi, Tulus juga tidak pernah mengumbar kisah romantisnya selama ini. Namun jika berasal dari cerita orang-orang, apa sebenarnya yang terjadi sehingga begitu sedih.

Akhirnya, saat album penuh ketiganya dirilis, ‘Monokrom’, Tulus mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di balik lagu ‘Pamit’.

“Pamit menceritakan momen perpisahan tanpa saling mengalah. Kalau inspirasinya saya sudah lupa,” ungkap penyanyi bernama asli Muhammad Tulus itu saat jumpa pers di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Awalnya saya menulis kalimat, ‘Tubuh saling bersandar / Ke arah mata angin berbeda / Kau menunggu datangnya malam / Saat kumenanti fajar’. Itu saja lalu tidak dikerjakan lagi. ketika dibuka lagi langsung tumpah begitu saja kalimat-kalimat yang lain,” sambungnya santai.

Menariknya, ‘Pamit’ yang dilepas sebagai single pertama album ‘Monokrom’ ternyata lagu paling sulit di antara sembilan lainnya.

“Paling sulit proses kreatifnya itu ‘Pamit’. Ada banyak ide untuk mengerjakan itu, banyak alat musik sampai akhirnya diputuskan cuma diiringi piano. Saya juga rekaman vokal sampai empat kali di lagu itu,” terang Tulus lagi.

“Karena itu juga lagunya dipilih sebagai single. Karena dari segi suasana, paling berbeda dari karya di dua album sebelumnya. Jadi, bisa menjadi pemanasan saat mendengar album penuhnya,” tandasnya.

‘Pamit’ menjadi satu dari enam lagu di album ‘Monokrom’ yang direkam bersama dengan grup The City of Prague Philharmonic Orchestra, Praha, Ceko. Dalam video klipnya, ‘Pamit’ menampilkan Tulus sendirian di tengah dinginnya salju.

(id, RifanFinancindo)