PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

‘Loyalitas Choirul Huda Tak Bisa Ditukar Uang’ | PT RFB

f21a177b-ab28-4d3b-b83f-b96f18f22f21_169

Jakarta, PT Rifan Financindo – Selama berkiprah di dunia sepak bola, Choirul Huda tak pernah pindah klub. Ia tetap setia bersama Persela Lamongan sejak 1999 sampai akhir masa hidupya.

Loyalitas itu disebut mantan pelatih Persela Herry Kiswanto adalah hal yang patut dicontoh pemain lain.

“Dia (Choirul Huda) pantas disebut legenda. Loyalitasnya patut dicontoh pemain lain. Setiap pemain harusnya seperti itu, loyal kepada klub bukan karena uang,” kata pelatih yang akrab disapa Herkis itu kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/10).

Herkis merupakan sosok yang cukup mengenal Choirul lantaran menjadi pelatih Persela sejak awal musim kompetisi Liga 1 2017 sebelum digantikan Aji Santoso awal September lalu.

Di mata pelatih 62 tahun itu, choirul adalah sosok yang sangat bersahabat lagi humoris. Ia juga dianggap tahu kapan harus menempatkan dirinya dalam berbagai situasi dan kondisi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kepribadian itu juga yang membuat Herkis menyebut Choirul merupakan bagian penting dari Tim Laskar Joko Tingkir.

“Choirul menurut saya adalah pemain terbaik. Disiplin dan contoh untuk rekan-rekannya di tim. Dia juga tidak pernah mengeluh serta sangat ambisius untuk bisa membawa Persela ke papan atas klasemen.”

“Saat tim dalam kondisi sulit, sosoknya bisa memotivasi pemain lain dengan baik. Dia itu tidak sombong dan mudah bergaul. Saya sangat respek,” sebutnya.

Herkis mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya Choirul Huda. Ia mengaku tahu kabar duka itu lewat pesan dari seorang teman.

Choirul Huda meninggal dunia saat membela tim kesayangannya, Persela melawan Semen Padang dalam pekan ke-29 Liga 1 2017. Ia berbenturan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues jelang akhir babak pertama.

Sempat tak sadarkan diri, Huda dibawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan. Pukul 16.45 WIB, dokter IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang menanganinya menyatakan kapten Persela itu meninggal dunia.

“Saya langsung telepon Pak Manajer (Persela) dan beliau membenarkan. Semua sangat sedih dan tidak menyangka kalau secepat ini,” ujarnya.

sumber: cnnindonesia